Manokwari, penakita.info - Sebanyak 1.300 peserta dari berbagai wilayah di Tanah Papua mengikuti Youth Camp Pelayanan Pemuda dan Remaja Pantekosta (PELPRAP) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Papua Barat yang dipusatkan di Kabupaten Teluk Bintuni pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026.
Pelepasan kontingen peserta berlangsung di Gereja GPdI Hosana Fanindi, Manokwari, Minggu (29/6/2026), dan dihadiri pengurus gereja, pemuda, serta sejumlah tokoh pelayanan.
Kegiatan rohani berskala besar ini menjadi perhatian karena melibatkan peserta lintas daerah dari Papua Barat dan wilayah Tanah Papua, di antaranya Kabupaten Teluk Bintuni, Manokwari, Manokwari Selatan, Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama, Papua Tengah, Nabire, hingga Papua Pegunungan, Wamena.
Ketua Komisi Daerah (KD) PELPRAP GPdI Papua Barat, Yance Samonsabra, SH., M.Si., mengatakan Youth Camp bukan sekadar kegiatan perkemahan pemuda, tetapi bagian dari upaya serius gereja dalam membangun mental, spiritual, dan karakter generasi muda di tengah derasnya pengaruh media sosial dan tantangan pergaulan zaman modern.
Momentum liburan sekolah harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif dan rohani. Kami ingin generasi muda Papua bertumbuh menjadi pribadi yang takut Tuhan, memiliki karakter baik, dan siap menjadi penerus gereja di masa depan. ujar Yance.
Ia menjelaskan, program Youth Camp merupakan agenda resmi kepemimpinan Majelis Daerah GPdI Papua Barat yang dilaksanakan dua kali dalam satu periode pelayanan. Setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Kaimana pada tahun 2024, tahun ini Kabupaten Teluk Bintuni dipercaya menjadi tuan rumah.
Selain pembinaan rohani, kegiatan ini juga menjadi wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, serta mempererat persaudaraan antarpemuda gereja di Tanah Papua.
Kami ingin pemuda tidak terjebak dalam kegiatan negatif selama masa liburan, tetapi justru diperlengkapi melalui kegiatan yang membangun iman dan karakter. tambahnya.
Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Papua Barat, Pdt. Stefanus Kafiar, S.Th., turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan Youth Camp tersebut.
Menurutnya, kegiatan kepemudaan seperti ini sangat penting untuk membentuk spiritualitas, kedisiplinan, dan karakter generasi muda gereja di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Kegiatan ini sangat positif karena menjadi wadah pembinaan rohani bagi generasi muda GPdI di Tanah Papua. Kami berharap melalui Youth Camp ini, para pemuda semakin bertumbuh dalam iman, memiliki karakter Kristiani yang kuat, serta siap menjadi pelayan Tuhan dan pemimpin masa depan. ujar Pdt. Stefanus Kafiar.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan baik serta menjaga persatuan, kekompakan, dan semangat pelayanan selama kegiatan berlangsung di Teluk Bintuni.
Sementara itu, Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Kabupaten Manokwari, Pdt. Hugo Warpur, S.Th., memberikan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan Youth Camp tersebut.
Menurutnya, gereja perlu hadir secara nyata dalam membina generasi muda yang saat ini menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk pengaruh lingkungan dan media digital.
Pemuda adalah tulang punggung gereja dan generasi penerus pelayanan. Kalau hari ini mereka tidak dibentuk dengan baik, maka ke depan gereja akan kehilangan generasi penerus. tegas Hugo Warpur.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai mampu memperkuat iman, moral, dan masa depan generasi muda Papua.
Diketahui, peserta dari Fakfak dan Kaimana telah lebih dahulu berangkat menuju Bintuni menggunakan kapal laut, sementara kontingen dari Manokwari bertolak bersama peserta dari Papua Tengah dan wilayah lainnya.
Pelaksanaan Youth Camp PELPRAP GPdI Papua Barat di Teluk Bintuni diharapkan menjadi momentum kebangkitan spiritual pemuda gereja sekaligus mempererat persatuan generasi muda Kristen di Tanah Papua.
