• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Lansia Tenggelam Saat Menyeberang Sungai di Tulang Bawang, Ditemukan Meninggal Dunia

    Minggu, 10 Mei 2026, Mei 10, 2026 WIB Last Updated 2026-05-10T05:07:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Lampung, Penakita.info — 

    Seorang warga lanjut usia bernama Jumadi (75) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam akibat perahu yang ditumpanginya terbalik di Perairan Sungai Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Korban ditemukan tim SAR gabungan pada Minggu (10/5) dini hari setelah dilakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.


    Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (8/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya menyeberangi sungai menggunakan perahu. Namun di tengah perjalanan, cuaca buruk disertai angin kencang menyebabkan perahu terbalik dan seluruh penumpang tercebur ke sungai.


    Dua korban lainnya, yakni Bambang Suhendi (55) dan Paidi (51), berhasil menyelamatkan diri. Sementara Jumadi hilang terbawa arus. Informasi kejadian kemudian dilaporkan warga kepada personel Polairud Dente Teladas dan diteruskan ke Pos SAR Tulang Bawang serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung.


    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung melalui Komandan Pos SAR Tulang Bawang Zian Fajri mengatakan tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tulang Bawang, Polairud Dente Teladas, TNI AL, dan KPLP melakukan asesmen serta pemantauan visual di sekitar lokasi kejadian meski terkendala hujan deras, akses jalan rusak, dan jaringan komunikasi yang terbatas.


    “Korban berhasil ditemukan pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.45 WIB di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.


    Dalam operasi tersebut, tim SAR menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya perahu karet bermotor, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), perlengkapan selam, serta perangkat komunikasi lapangan. Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi dihentikan dan dinyatakan selesai serta seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.


    Basarnas Lampung mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan, terutama ketika kondisi cuaca tidak mendukung, serta memastikan penggunaan alat keselamatan guna meminimalisasi risiko kecelakaan air. (Maulana)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini