• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    KWARCAB Lampung Selatan Menjadi Sorotan Publik Kontribusi Kegiatan JAMNAS XII, Pungut 4-5 Juta/Peserta

    Selasa, 19 Mei 2026, Mei 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-19T06:00:17Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Lampung Selatan, Penakita.info - 

    Pelaksanaan kegiatan Jambore Nasional XII mendapat sorotan tajam di Kabupaten Lampung Selatan, dimana kegiatan tersebut sangat memberatkan peserta yang mengikuti untuk dapat membayar biaya campfee. 


    Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Kehormatan Kwartir Ranting Kecamatan Kalianda, Dr. Nursyamsi HZ, S.Ag., S.Pd., M.Pd.i berikan komentar pedas kepada KWARCAB Lampung Selatan dan Pemangku kepentingan lainnya. 


    Dimana dalam komentarnya, ia mengungkapkan bahwa untuk pembiayaan pengiriman kontingen jangan membebankan kepada orang tua peserta, karena seharusnya Pengurus Kwarcab sudah harus dipikirkan dan dipersiapkan anggarannya tersendiri. Krna kegiatan ini ada nya 5 th sekali dan bukan baru sekali ini diikuti oleh pihak Kwarcab lam sel.


    "Peserta JAMNAS XII itu kan mewakili nama Daerah Kabupaten Lampung Selatan, kenapa untuk pembiayaan saja harus memberatkan orang tua peserta, setau sy kan peserta ini sdh melalaui seleksi yang ketat artinya sdh disaring dari ribuan peserta didik yang ada di lampung selatan, kenapa kok terkesan wanipuro, klw peserta harus membayar ngapain harus diseleksi, intruksikan saja ke pihak kwarran yang ada di lam sel suruh cari pesertadidik penggalang bagi yang mau ikut Jamnas berbayar sekian, sy rasa bnyak peserta didik yg mau yg notabennya orang tua nya mampu. Tapi klw sdh melalui tahap seleksi yg ketat dan yg dinyatakan memenuhi syarat lulus, lalu hrs membayar kontribusi 4-5 jt sy rasa ini sdh mencederai perasaan peserta dan orang tua siswa, masak iya sebuah prestasi tdk dihargai oleh sekelas Pemda melalui Kwarcab Lam Sel . Ujarnya dengan pedas kepada awak media. Senin (18/05/2026) 


    Nursyamsi atau sapaan akrabnya bang Essy ini juga selain menjadi Dewan Kehormatan Kwaran Kaluanda, beliau juga pemerhati pendidikan dan Sebagai Kamabigus di Perguruan Tinggi STAI YASBA Kalianda. 


    Ia juga melanjutkan bahwa Organisasi besar sekelas Kwarcab di dalam pembinaan peserta didik setiap tahun pasti ada yang namanya Dana Hibah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah, kenapa diawal tahun atau tahun2 sebelum dipikirkan, dianggarkan, sy rasa kawan2 anggota DPRD saat paripurna anggaran pasti mendukung jika anggaran itu bner2 berpihak kepada prestasi siswa. Jadi kalaw pihak Kwarcab mengatakan tidak ada anggaran untuk jamnas tahun 2026, sungguh naif, "heh lo pada pengurus kemana aja ?" Ini jamnas 5 th sekali loh masak iya tidak diprogram,dirancang,dianggarkan jauh hari, jadi bukan kegiatan nasional yang baru ditetima kabarnya oieh pihak Kwarcab kemaren sore. 

     apalagi orang tua peserta harus membayar administrasi sebesar 4-5 juta/peserta ini kan lucu ? Untuk makan aja susah. Ini harus menjadi tanggung jawab KWARCAB dan Pemerintah Daerah, karena ini adalah ajang bergengsi untuk dapat mengharumkan nama Daerah Kabupaten Lampung Selatan bukan hanya untuk dijadikan keuntungan individual, atau ABS saja "pungkasnya. 



    Kejadian ini sungguh sangat miris dan merusak dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan karakter di Organisasi Kepramukaan. Ini akan berdampaknya negatif kepada siswa dan siswi yang berada di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena mau berorestasi dalam kegiatan Pramuka biayanya sangat MAHAL. 


    Apakah kepengurusan KWARCAB akan dipertahankan terus seperti ini ???? (Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini