masukkan script iklan disini
AGAM, Penakita.info –
Sebanyak 128 siswa SMK Negeri 1 Tilatang Kamang terlibat antusias dalam kegiatan Kunjungan Industri dan Pengenalan Kampus. Program ini disiapkan khusus untuk membuka wawasan sekaligus mempersiapkan mental dan kompetensi siswa menghadapi tantangan masa depan, melibatkan empat jurusan unggulan: Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Kendaraan Ringan, serta Teknik Komputer dan Jaringan.
Momen kebersamaan semakin terasa saat rombongan disambut hangat di Auditorium Universitas Negeri Padang. Di sana, SMKN 1 Tilatang Kamang bergabung dengan empat sekolah lain: SMAN 1 Padang, SMA Pembangunan UNP, SMA Talent Madani Islamic, dan SMKN 8 Tebo. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana pengenalan lingkungan akademik, fasilitas lengkap, dan peluang pendidikan tinggi yang terbuka lebar bagi mereka.
Rombongan terdiri dari 108 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan, didampingi oleh 35 pendidik dan tenaga kependidikan. Turut hadir perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1, mulai dari unsur pimpinan, pengawas, hingga 9 pengurus komite sekolah. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap langkah strategis sekolah menjembatani teori di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
Kepala Sekolah, Salim Ahmad, menjelaskan agenda kegiatan disusun padat, terarah, dan beragam agar siswa mendapatkan pengalaman lengkap dalam satu hari. Kunjungan diarahkan ke lokasi strategis: Universitas Negeri Padang untuk wawasan perguruan tinggi, perusahaan sesuai jurusan seperti PT Nusa Konstruksi Enjiniring, PT Kurnia Abadi, dan Auto 2000, serta LDTI UNP. Tak ketinggalan, kunjungan ke Museum Adityawarman dan Masjid Alhakim sebagai penanaman nilai budaya dan agama.
“Tujuan utama kami jelas: siswa harus punya gambaran nyata cara kerja industri dan standar pendidikan tinggi. Ini kunci agar kompetensi mereka kuat dan masa depan terencana baik, entah itu langsung bekerja atau lanjut kuliah,” tegas Salim Ahmad. Pemilihan lokasi pun disesuaikan agar materi sekolah selaras dengan penerapan di dunia usaha dan dunia industri.
Ketua Pelaksana, Donal Indra, menambahkan bahwa berkunjung langsung ke tempat kerja nyata memberi pemahaman mendalam soal standar kualitas, etika kerja, dan kemajuan teknologi. Pengalaman ini menjadi bekal krusial supaya lulusan SMKN 1 Tilatang Kamang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga memahami budaya kerja profesional yang sesungguhnya.
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, salah satunya Habib An Nur. Sebagai Ketua Rohani Islam, Koordinator Kesiswaan, dan Sekretaris Forum OSIS se-Bukittinggi Agam, ia mengaku sangat gembira. Baginya, kegiatan ini membuka pandangan baru bahwa belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi bisa didapatkan lewat pengamatan langsung di lingkungan kerja dan kampus.
Para pemangku kepentingan pun memberikan pesan berharga. Pengawas SMK Amri mengingatkan tiga kunci sukses: keterampilan teknis, keterampilan lunak, dan karakter kuat. Sementara Kasi SMK Mirawati berharap kegiatan ini melahirkan generasi cerdas, adaptif, dan tangguh. Pengurus Komite, Herryz, menegaskan komitmen mendukung sekolah agar terus melahirkan lulusan berilmu, siap pakai, dan berkarakter mulia.
Puncak keindahan kegiatan ini terlihat dari sikap lima pelajar perwakilan sekolah yang mengutamakan persaudaraan di atas segalanya. Di saat banyak orang berlomba memperebutkan keuntungan, mereka memilih menjaga kebersamaan. Bukti nyata bahwa menjaga persahabatan adalah adab tertinggi; benda bisa hilang atau rusak, namun ikatan persaudaraan tetap abadi, menjadi kekuatan besar dan warisan budi luhur yang tak ternilai.
(YsmanLbs)

