• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Perpustakaan Lapas Saparua, Cahaya Literasi di Balik Jeruji

    Sabtu, 14 Februari 2026, Februari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T04:33:07Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Saparua,PenaKita.Info-
    Kanwil Ditjenpas Maluku, Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua memanfaatkan layanan perpustakaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang menitikberatkan pada pemenuhan hak literasi. Kegiatan dilaksanakan di ruang perpustakaan yang sekaligus difungsikan sebagai ruang pembinaan, dengan pengawasan petugas pengamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Sabtu (14/02/2026).


    Sejumlah warga binaan bergantian memasuki ruang baca untuk memilih buku sesuai minat masing-masing. Koleksi yang tersedia meliputi novel, buku keagamaan, motivasi, pengetahuan umum, hingga referensi bahasa asing. Aktivitas membaca berlangsung tertib dan terpantau, mencerminkan keseriusan warga binaan dalam memanfaatkan fasilitas pembinaan yang diberikan.


    Petugas pengamanan F. Matatula menegaskan pengawasan dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar. “Kami tetap melakukan kontrol sesuai tugas, tetapi kegiatan membaca ini kami dorong karena memberi dampak baik. Selama berlangsung tertib, kami mendukung penuh,” ujarnya.


    Pencatatan kunjungan dan peminjaman buku dilakukan oleh Staf Pembinaan Florianty Talakua. Ia menjelaskan administrasi tersebut bertujuan menjaga ketertiban sirkulasi koleksi sekaligus memantau intensitas pemanfaatan perpustakaan. “Semua peminjaman Buku kami catat agar koleksi terdata dengan baik. Dari situ terlihat siapa saja yang aktif membaca dan seberapa sering buku berganti, ” katanya.


    Salah satu warga binaan, J.T., mengaku perpustakaan menjadi tempat yang paling sering ia datangi. Ia menyebut hampir seluruh novel yang tersedia telah ia selesaikan dan kini mulai membaca buku berbahasa asing. “Novel di sini sudah saya baca semua. Sekarang saya coba pelajari buku bahasa Jepang dan Inggris. Lumayan, jadi ada tambahan pengetahuan dan kemampuan baru,” tuturnya.


    Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan layanan perpustakaan merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan di bidang pendidikan. “Hak atas pendidikan tetap kami berikan selama masa pembinaan. Literasi menjadi salah satu sarana penting untuk membentuk pola pikir yang lebih baik dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.


    Melalui layanan perpustakaan tersebut, Lapas Kelas III Saparua terus mendorong tumbuhnya budaya baca sebagai bagian integral dari proses pembinaan yang berkelanjutan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini