Langgur,Penakita.info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual bergerak cepat mengantisipasi potensi penyebaran Hantavirus di lingkungan blok hunian dengan menggelar kegiatan sosialisasi dan aksi pencegahan menyeluruh bagi warga binaan, Senin (18/05).
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa langkah preventif ini merupakan komitmen nyata pihak Lapas dalam menjamin hak kesehatan setiap individu di dalam blok hunian. Menurutnya, kepadatan hunian di dalam Lapas menuntut standar kebersihan yang jauh lebih tinggi demi menangkal agen penyakit infeksius.
"Kesehatan warga binaan adalah prioritas utama kami. Melalui sosialisasi ini, kami membangun kesadaran bersama bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, terutama terhadap penyakit yang dibawa oleh vektor hewan seperti tikus," ujar Nurchalis dalam pengarahannya.
Teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Iswan Ternate. Ia menjelaskan bahwa edukasi ini diikuti dengan aksi nyata berupa pembersihan area rawan dan penataan sanitasi lingkungan Lapas secara berkala.
"Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi langsung bergerak bersama warga binaan untuk membersihkan saluran air, area dapur, hingga kamar hunian dan pentyemprotan disinfektan. Kami juga membagikan perlengkapan kebersihan tambahan demi memastikan tidak ada ruang bagi tikus untuk bersarang," jelasnya.
Sementara itu, Dokter Lapas Tual, dr. Eka Pratiwi Surya, dalam materi sosialisasinya memaparkan secara detail mengenai bahaya Hantavirus. Ia menjelaskan bahwa virus ini ditularkan melalui sisa kotoran, urine, maupun air liur tikus yang terhirup oleh manusia, serta membagikan tips mengenali gejala awal penularan.
"Hantavirus dapat memicu gangguan pernapasan akut yang fatal jika terlambat ditangani. Jika ada warga binaan atau petugas yang mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, atau sesak napas setelah beraktivitas di area yang dicurigai, segera melapor ke klinik Lapas agar bisa langsung kami evakuasi dan tangani," urai dr. Eka.
Melalui sinergi antara manajemen, tim medis, dan warga binaan, Lapas Tual berkomitmen penuh menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman penyakit menular selama masa pembinaan bergulir.
.jpg)