masukkan script iklan disini
NAMLEA, Penakita.info – Genderang baru pelayanan kesehatan di Bumi Bupolo resmi bertalu. Aula Kantor Bupati Buru menjadi saksi bisu momen krusial saat Halija Wael secara definitif dilantik sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea, Senin (11/5/2026).
Prosesi pengambilan sumpah jabatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Buru, Asis Tomia, dalam sebuah seremoni khidmat yang turut mengukuhkan sembilan pejabat lainnya di lingkup Pemerintah Kabupaten Buru.
Kehadiran Halija Wael di kursi pimpinan tertinggi RSUD Namlea sekaligus menjadi jawaban telak atas berbagai tudingan dan "bola liar" yang sempat menggelinding di ruang publik terkait legalitas administrasinya.
Pemerintah Kabupaten Buru memastikan bahwa penunjukan Halija Wael telah melalui filter birokrasi yang ketat dan transparan.
Menanggapi isu miring mengenai persyaratan kepangkatan, Kepala BKPSDM Kabupaten Buru, Istanto Setyahadi, memberikan klarifikasi mendalam untuk menenangkan spekulasi.
"Tidak ada rekayasa, tidak ada jalur pintas. Seluruh tahapan verifikasi administrasi telah divalidasi melalui sistem kepegawaian nasional yang terintegrasi," tegas Istanto.
Ia merinci bahwa secara regulasi, jabatan Direktur RSUD Namlea dapat diisi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan pangkat minimal (III/b).
Sementara itu, Halija Wael saat ini telah mengantongi pangkat (III/c). Secara yuridis dan administratif, Halija Wael tidak hanya memenuhi syarat, tetapi melampaui standar minimal yang ditetapkan.
Dalam pidato arahannya, Sekda Buru menekankan bahwa pelantikan ini adalah kontrak sosial antara pejabat dan rakyat.
Ia menitipkan pesan kuat agar RSUD Namlea bertransformasi menjadi institusi yang lebih humanis.
Menjaga marwah jabatan dengan bekerja secara profesional dan jauh dari praktik koruptif.
Jabatan bukanlah privilese, melainkan tanggung jawab besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pejabat baru diharapkan mampu membawa terobosan dalam memperpendek antrean layanan dan meningkatkan kualitas fasilitas medis.
"Saya berharap pejabat yang dilantik hari ini, dapat bekerja dengan hati. Berikan pelayanan terbaik agar masyarakat merasa diayomi oleh pemerintah," pungkas Sekda.
Kini, estafet kepemimpinan RSUD Namlea berada di tangan Halija Wael.
Masyarakat menaruh harapan besar agar di bawah komandonya, RSUD Namlea mampu berbenah mulai dari ketersediaan obat-obatan, keramahan tenaga medis, hingga modernisasi alat kesehatan.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Buru untuk membuktikan bahwa birokrasi mereka berjalan di atas rel profesionalisme, bebas dari intervensi yang tidak berdasar, demi satu tujuan: Kesejahteraan rakyat Bupolo.
(A.dw)