• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Tak Terhalang Jeruji, Tangan Terampil Warga Binaan Lapas Wahai Ciptakan Kapal Minimalis

    Rabu, 06 Mei 2026, Mei 06, 2026 WIB Last Updated 2026-05-06T07:32:13Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Wahai,PenaKita.Info-
    Dinding beton dan jeruji besi tak jadi penghalang kreativitas Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Potongan kayu dan bahan sisa, mereka olah menjadi kerajinan kapal minimalis, memadukan ketelitian detail dan sentuhan estetis, Selasa (5/5).


    Produk unggulan ini bukan sekadar pajangan, melainkan simbol harapan dan proses perubahan diri Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian yang digalakkan Lapas.


    Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Wahai, La Joi, menyatakan kebanggaannya atas dedikasi para Warga Binaan. Menurutnya, kerajinan ini merupakan bukti bahwa pembinaan yang tepat dapat melahirkan potensi luar biasa.


    “Kami melihat ada bakat yang hebat. Kapal minimalis ini adalah wujud nyata dari perubahan perilaku dan semangat mereka untuk belajar. Kami di Lapas Wahai berkomitmen untuk terus menyediakan wadah agar para Warga Binaan memiliki bekal keahlian yang nyata saat bebas nanti,” ujar La Joi.


    Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menjelaskan bahwa proses pembuatan kapal ini menuntut kesabaran dan ketelitian tingkat tinggi. Ia menekankan bahwa kualitas menjadi prioritas utama agar produk ini mampu bersaing di pasar luar.


    “Setiap lekukan dan detail kapal ini dikerjakan secara manual dengan penuh ketelitian. Kami terus melakukan pendampingan kepada Warga Binaan, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap finishing, agar hasilnya tetap minimalis namun terlihat elegan dan mewah,” jelas Merpaty.


    Inovasi dari Lapas Wahai ini juga mendapat apresiasi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.


    “Ini adalah langkah maju dalam implementasi fungsi Pemasyarakatan, yaitu dengan mengasah kreativitas Warga Binaan. Mudah-mudahan bisa jadi bekal reintegrasi sosial mereka ke Masyarakat. Saya berharap produk ini dapat diperkenalkan lebih luas, bahkan melalui pameran tingkat nasional,” tegas Ricky. 



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini