• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Operasi "GARIS LANGIT": Mengunci Presisi Sujud di Desa Penagan Ratu

    Sabtu, 09 Mei 2026, Mei 09, 2026 WIB Last Updated 2026-05-09T07:37:19Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    ABUNG TIMUR , Penakita, info -(Kemenag Lampung Utara)* – Pernahkah Anda membayangkan bahwa selisih hanya satu derajat saat berdiri di atas sajadah, bisa membuat arah sujud Anda "meleset" (terdeviasi) sejauh 140 kilometer dari Ka’bah?
    Realitas matematis inilah yang membawa Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag Lampung Utara turun ke Desa Penagan Ratu, Sabtu (9/5/2026). Di bawah terik matahari, mereka melakukan misi spiritual yang besar yaitu " *Ijtihad Saintifik* ", memastikan setiap dataran calon Masjid Al-Ibrahim mengunci koordinat tepat ke pusat kiblat dunia sebelum proses pembangunan fisik dimulai.
    Kegiatan yang bertajuk “ *Operasi Garis Langit* ” ini dipimpin langsung oleh praktisi hisab sekaligus Kepala KUA Abung Tengah, H. Didi Sumardi, S.Ag. Turut mendampingi dalam tim teknis tersebut Ketua APRI Lampung Utara, Weli Kusworo, SE.I, ME.Sy., Kepala KUA Abung Timur, H. Alie Jumani Barius, S.Ag, MM., serta Ahmad Dwi Palufi, SH dari jajaran Staf Bimas Islam.

    Didi menjelaskan bahwa penggunaan alat ukur modern seperti _theodolite_ sangat krusial dalam pembangunan rumah ibadah. Menurutnya, kesalahan sekecil satu derajat pada titik lokasi akan berakibat pada pergeseran yang sangat jauh di titik sasaran.

    “Titik koordinat di Penagan Ratu ini berada pada 4° 45' 20" Lintang Selatan dan 104° 56' 41" Bujur Timur. Dengan jarak ke Ka’bah yang mencapai lebih dari 7.660 kilometer, dalam proses kalibrasi tersebut, tim BHR mengunci Azimuth Kiblat secara presisi di angka *295° 08' 52”* . Angka ini menjadi standar baku bagi panitia pembangunan untuk menarik garis shaf masjid.

    Lebih lanjut, Didi yang juga merupakan Ketua II MUI Kabupaten Lampung Utara ini menekankan bahwa dalam hukum fiqh, menghadap kiblat merupakan syarat sah ibadah salat. Oleh karena itu, Di balik angka-angka rumit Azimuth dan penggunaan sains dan teknologi ada signifikansi transendental yang dipertaruhkan: memastikan raga selaras dengan arah yang disucikan, dan ini menjadi bentuk ikhtiar untuk menyempurnakan ibadah., 

    “Niat yang lurus harus dibarengi dengan upaya yang serius secara saintifik. Jika kita memiliki akses terhadap teknologi presisi, maka menggunakannya adalah tanggung jawab agar arah sujud kita nyata dan benar secara astronomis menuju pusat gravitasi iman dunia,” tambahnya di hadapan para tokoh masyarakat setempat.

    Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kalibrasi dan pemasangan tanda arah kiblat permanen di atas fondasi calon masjid. Dengan adanya kalibrasi ini, keraguan masyarakat Desa Penagan Ratu terhadap arah kiblat, kini telah terjawab dengan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan

    Penakita, info 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini