Lampung Selatan, Penakita.knfo -
pekerjaan sewa kelola tahun 2025 bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan dipertanyakan sebab belum genap setahun hasil pekerjaan tersebut tidak menghasilkan yang memuaskan.
Diketahui papan informasi kegiatan menjelaskan kegiatan yang di lakukan yakni penanganan longsigment jalan kabupaten Lampung Selatan (SEWAKELOLA) pekerjaan rekontruksi/ pemeliharaan berkala jalan ruas sp. Pasar Sukatani - batu petapaan (R.081) Kecamatan Kalianda.
Jenis kegiatan SEWAKELOLA tipe 1 (Dilaksanakan sendiri oleh dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan), Dengan latar belakang dengan adanya jembatan/ Gorong-gorong jalan Kabupaten / desa yang perlu penanganan segera akibat bencana/putus/rubuh.
Urayan pekerja pembersihan damija kiri kanan, penimbunan jalan dengan batu/ base, pemadatan, perkerasan jalan dengan rabat beton, Galian drainase tanah.
Dengan pelaksana SEWAKELOLA yakni tim pelaksana SEWAKELOLA DPUPR.
A. Kebutuhan alat berat : Exsa mini 1 unit hari dump truk 2 unit hari.
B. Kebutuhan personil lapangan : 30 orang hari
C. Kebutuhan meterial utama batu 231 m³, Beton 300 m³, Aspal 155 LG,
Dengan kebutuhan dana Rp. 650.000.000,- dari sumber dana APBD Ta 2025.
Urayan pekerjaan
• STA 1+200-1+700 Rabat beton fc20 tebal 15 cm lebar 4meter panjang 500 meter.
• Galian tanah drainase
Mulai pekerjaan 20 Oktober s/d 20 November 2025 dengan waktu pelaksanaan 30 (Tiga puluh) Hari kalender.
Hasil tinjauan di lapangan belum genap 6 bulan di kerjakan, miris jalan tersebut rusak tepat di jembatan yang dibangun beton.
Seorang warga mengatakan bahwa tidak pernah kendaraan besar atau kendaraan berat melintas namun tidak tau pasti akibat kerusakan tersebut.
" Iya kalau lama rusak sih engak tau pasti kalnnya, tau tau sudah seperti itu, dan engak pernah setau kita kendaran besar atau kendaraan berat lewat, cuma kendaraan truk itu pun muatan telur, " ucap warga yang melintas dan Enggan disebut namanya.
Saat di kompirmasi melalui pesan maupun telepon WhatsApp pihak penanggung jawab saat pekerjaan yakni Andi pegawai dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan bidang Bina Marga, namun nomor WhatsApp yang di hubungi tak aktif,
Awak media melanjutkan kompirmasi ke pihak PUPR namun belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait.
Publik menanyakan seperti apak saat pekerjaan di lakukan dan bahan apak yang di gunakan sehingga hasil pekerjaan tersebut sudah mulai ada kerusakan dan kejanggalan.
Harapan publik agar BPK lakukan pemeriksaan kembali terhadap pekerjaan tersebut dan Pihak APH agar usut tuntas sesuai dengan yang berlaku.
Terbit berita ini belum ada kompirmasi pihak terkait.
(Tim)

