Saparua,Penakita.info-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua melaksanakan kegiatan penggeledahan blok hunian dan tes urine sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas. Kegiatan tersebut melibatkan petugas pengamanan, tim Satops Patnal, aparat TNI dan Polri, serta dipantau langsung oleh Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Donny D. Lekatompessy, Jumat, (08/05/2026).
Kegiatan diawali dengan apel penghuni yang dilanjutkan dengan pemeriksaan badan warga binaan oleh petugas. Setelah itu, petugas gabungan melakukan penggeledahan kamar dan area blok hunian secara menyeluruh. Dalam pelaksanaannya turut hadir Bhabinkamtibmas Saparua, Aipda Pariama dan Babinsa Saparua, Sertu Roy Manuhutu sebagai bentuk sinergitas dalam memperkuat pengamanan dan pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.
Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, di antaranya dua peniti, satu jarum, satu paku, satu sendok logam, tiga keping patahan silet, tiga buah pena, tiga korek api, satu pisau cutter, satu buah besi, serta satu buah batu. Setelah penggeledahan kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap lima orang warga binaan dan lima pegawai lapas yang dipilih secara acak. Tes urine dilaksanakan oleh staf kesehatan Senly Matitale bersama petugas kesehatan Michael Alvian. Dari seluruh hasil pemeriksaan, baik warga binaan maupun pegawai dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika maupun zat adiktif lainnya.
Kasubsi Kamtib Donny D. Lekatompessy mengatakan bahwa kegiatan penggeledahan dan tes urine dilakukan sebagai bentuk komitmen petugas dalam menjaga situasi lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, setiap barang yang berpotensi menimbulkan gangguan harus segera diamankan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di dalam blok hunian.
“Benda-benda yang ditemukan ini memang terlihat sederhana, tapi kalau dibiarkan tentu bisa memicu gangguan keamanan. Karena itu kami tidak ingin lengah. Pengawasan seperti ini akan terus dilakukan supaya kondisi lapas tetap aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Satops Patnal M. Akip Marasabessy menilai keterlibatan seluruh unsur pengamanan menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dini di lingkungan lapas.
“Kalau semua unsur turun bersama, pengawasan jadi lebih efektif. Kehadiran TNI, Polri, dan petugas lapas dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa keamanan lapas benar-benar dijaga secara serius,” ungkapnya.
Di sisi lain, staf kesehatan Senly Matitale menjelaskan bahwa tes urine dilakukan secara acak guna memastikan kondisi warga binaan maupun pegawai tetap terpantau dengan baik.
“Tes urine dilakukan secara acak kepada warga binaan dan pegawai lapas dengan seluruh proses disaksikan langsung oleh petugas. Dari hasil pemeriksaan, semuanya dinyatakan negatif. Ini menjadi indikator bahwa pengawasan dan upaya pencegahan di dalam lapas terus berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Saparua, Aipda Pariama, mengatakan keterlibatan TNI-Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi menjaga keamanan di lingkungan lapas.
“Keterlibatan kami bersama petugas lapas dalam kegiatan ini untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah adanya barang terlarang maupun penyalahgunaan narkoba di dalam lapas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengawasan dan deteksi dini di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua dapat terus diperkuat guna menciptakan situasi yang aman, tertib, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika dan gangguan keamanan lainnya.
