• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Menjelang Ramadan, Lapas Bandanaira Bersihkan Tempat Ibadah

    Selasa, 17 Februari 2026, Februari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-02-17T12:50:13Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Bandanaira,PenaKita.Info-
    Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar aksi bersih-bersih fasilitas ibadah, Senin (16/2).  

    ‎Aksi Sosial ini dipusatkan di Masjid Agung Al-Mujahidin dan Gereja Santa Lidya yang berada di Jalan Pendidikan, Negeri Administrasi Dwiwarna, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tempat ibadah dalam kondisi bersih, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.

    ‎Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pegawai Lapas Bandanaira bersama empat orang Warga Binaan yang tengah menjalani program asimilasi. Mereka bergotong royong membersihkan setiap sudut Masjid dan Gereja serta fasilitas penunjang lainnya.

    ‎Kepala Urusan Tata Usaha, Hendra Sahbudin, menyampaikan bahwa kegiatan Pemasyarakatan Bersih-Bersih merupakan bentuk kepedulian sosial serta konstribusi nyata hadirnya Pemasyarakatan di tengah masyarakat. Hal ini sekaligus upaya membangun sinergi dan kepercayaan publik.

    ‎"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar," ujar Hendra.

    ‎Sementara itu, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengungkapkan keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan sekaligus proses reintegrasi sosial.

    ‎"Kegiatan bersih-bersih tempat ibadah ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial menyambut Ramadan. Selain membantu masyarakat menyiapkan tempat ibadah yang bersih dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi Warga Binaan, khususnya yang sedang menjalani program asimilasi, untuk menanamkan nilai gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab sosial," ucap Samad.

    ‎Menurut Samad, program asimilasi tidak hanya bertujuan mempersiapkan Warga Binaan kembali ke masyarakat, tetapi juga memberi ruang nyata untuk berkontribusi secara positif. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan publik terhadap proses Pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku.

    ‎Melalui Aksi ini, Lapas Bandanaira menegaskan komitmennya dalam mendorong pembinaan berbasis kemasyarakatan sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat.

    ‎Momentum ini diharapkan membawa dampak positif dan menjadi langkah awal menyambut bulan suci Ramadan dengan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan penuh kebersamaan. 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini