TTS, Penakita.Info || Kamis (05/12/2025)
Sebagai Ketua Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT), kami menyampaikan perasaan prihatin yang mendalam terhadap kondisi pembangunan 33 unit rumah bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), yang dikelola oleh BP3TN NTT II di Desa Spaha.
Proyek yang dibiayai dengan anggaran tahun 2024 — periode yang telah berlalu — telah mencatat penggunaan seluruh dana sebesar Rp660 juta, namun pembangunan rumah-rumah tersebut masih belum selesai. Yang lebih mengkhawatirkan adalah kualitas pembangunan yang asal-asalan dan tidak sesuai dengan perencanaan. Hal ini menunjukkan adanya kegagalan parah dalam pengelolaan proyek, dan masyarakat Desa Spaha menjadi korban langsung dari kondisi tersebut.
Kami dengan tegas meminta kepada pihak terkait — antara lain BP3TN NTT II dan Kementerian PKP — untuk segera mengambil tindakan bertanggung jawab atas kegagalan ini. Juga diminta agar pembangunan diselesaikan sesuai standar yang ditetapkan, sehingga masyarakat Desa Spaha dapat memperoleh manfaat yang seharusnya.
FPDT akan terus memantau perkembangan persoalan ini. Jika pihak penyelola atau pelaksana tidak segera memperbaiki atau bertanggung jawab, kami akan meminta aparat penegak hukum (Kejari TTS dan Polres TTS) untuk menyikapi masalah ini. Anggaran negara sebesar Rp660 juta telah dikeluarkan, namun pekerjaan belum selesai — oleh karena itu, pihak terkait wajib memberikan pertanggungjawaban.
Kami berharap masalah ini segera diselesaikan dan menjadi pembelajaran agar tidak terulang di masa depan. Dari pengamatan kami, proses pembangunan 33 rumah ini berjalan tanpa pengawasan yang efektif, menyebabkan pekerjaan dilakukan dengan amburadul dan asal-asalan.
33 unit rumah bantuan BSPS di desa Spaha yang menelan dana 660 juta rupiah
FPDT Menduga ada indikasi Korupsi ,Polres TTS Kejari TTS #Segra Usut sampai Tuntas
