Lampung Selatan, Penakita.info -
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Hatta, mewakili Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, berikan edukasi pencegahan, penyelamatan dan pemadaman kebakaran yang di ikuti 19 peserta, berlangsung di Aula UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, pada Jum'at,16 Oktober 2026.
Pada kesempatan itu, Hendry Hatta menjelaskan, salah satu upaya menekan terjadinya kebakaran adalah memberikan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat dari berbagai tingkatan, baik itu siswa sekolah, pegawai pemerintah, pegawai swasta, maupun masyarakat pada umumnya, bagaimana dan apa yang tidak boleh kita lakukan untuk menghindari terjadinya kebakaran.
Kata Hendry, kebakaran bisa disebabkan oleh anak-anak yang tanpa pengawasan orang tua, bermain korek api pada area yang mudah terbakar.
"Ada contoh yang pernah terjadi. Anak-anak bermain korek api di atas kasur tanpa pengawasan orang tua. Pernah juga terjadi, anak-anak bermain api di dapur, yang menyebabkan terjadinya kebakaran,"terang Hendry.
"Berkaca dari peristiwa ini, peran orang tua menjadi sangat penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak kita dirumah mengenai hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran,"jelas Hendry lagi.
Lebih lanjut Hendry menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Damkarmat hingga kamis, 15 Oktober 2026, peristiwa kebakaran yang terjadi di Lampung Selatan sudah mencapai angka 206 peristiwa kebakaran, dengan rincian 114 kebakaran lahan, 52 kebakaran rumah, dan 40 kebakaran lain selain rumah dan lahan.
"Saat ini kita sedang menghadapi cuaca ekstrem El Nino, dimana cuaca panas dan kering berlangsung lebih lama, sementara curah hujan sangat sedikit. Kebakaran yang di duga diakibatkan oleh pembakaran sampah dan membuang puntung rokok pada area lahan kering menjadi penyebab kebakaran yang mendominasi." Terang Hendry.
Sementara itu, kebakaran rumah yang sudah mencapai angka 52 peristiwa, lebih disebabkan oleh korsleting listrik. Penggunaan kabel yang sudah usang, kelebihan beban listrik atau penggunaan daya listrik yang berlebih, penumpukan colokan, semua itu dapat memicu terjadinya kebakaran.
"Korsleting arus listrik tidak bisa disiram dengan air. Berbahaya, malah bisa ke setrum kita," jelas Hendry.
"Oleh karenanya, Puskesmas ini harus tersedia tabung APAR, tentunya yang masih aktif dan dapat digunakan. Gunanya adalah untuk memadamkan api kecil pada jaringan listrik yang terbakar. Dengan APAR akan lebih efektif," jelas Hendri lagi.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, dr. Sutjisi Mendrofa, M. P. H. sangat berterimakasih kepada Tim Damkarmat Lampung Selatan yang telah memberi ilmu edukasi pemadaman Kebakaran kepada staf puskesmas.
Sutjisi berharap, dengan mendapatkan edukasi tentang bahaya kebakaran, para karyawan memahami bagaimana cara mencegah terjadi kebakaran baik di puskesmas maupun di rumah tempat tinggal mereka.
Dia juga berharap, kegiatan sosialisasi dan edukasi ini dapat terus berkesinambungan di Puskesmas Ketapang.
"Terimakasih sudah memberikan kami ilmu yang sangat bermanfaat. Dengan kami faham, InsyaAllah dapat kami teruskan ilmu ini kepada masyarakat, minimal kepada lingkungan keluarga kami," jelas Sutjisi.
Setelah kegiatan pemberian materi selesai, acara dilanjutkan dengan praktek pemadaman api ringan dengan menggunakan alat tradisional seperti kain basah. Mengatasi kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran tabung gas serta memadamkan api dengan menggunakan APAR.
"Para karyawan Puskesmas secara bergantian melakukan praktek pemadaman api menggunakan kain basah, serta menggunakan tabung APAR,"pungkas Hendry.


