LAMPUNG SELATAN, Penakita.id —
Setelah sorotan publik menguat, Plt. Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sragi, Siswanto, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah bernilai Rp1.084.141.000,00. Ia menegaskan seluruh pekerjaan sepenuhnya mengacu pada ketentuan kementerian dan terbuka untuk diverifikasi siapa pun.
SPESIFIKASI TELAH DITETAPKAN KEMENTERIAN
Siswanto menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Rencana Kerja dan Biaya (RKB) serta spesifikasi teknis resmi:
"Besi yang kami gunakan berukuran 13 mm, cincin pengikat 10 mm. Untuk adukan semen, perbandingannya adalah 1 bagian semen berbanding 5 bagian pasir. Semua sesuai ketentuan yang ditetapkan kementerian, tidak ada satu pun yang kami turunkan. Silakan datang langsung ke lokasi untuk memeriksa, kami terbuka sepenuhnya untuk dikontrol."
TEGAS SISWANTO: KAMI TIDAK AKAN PERNAH MENGURANGI MATERIAL!
Dengan suara tegas dan penuh tanggung jawab, Siswanto menambahkan:
"Kami juga ingin menegaskan dengan sepenuh hati: KAMI SAMA SEKALI TIDAK MAU DAN TIDAK AKAN MELAKUKAN PENGURANGAN MATERIAL. Karena bangunan ini adalah untuk anak-anak kami, siswa-siswi kami — mereka adalah generasi penerus bangsa kita. Bagaimana mungkin kita mengorbankan keselamatan masa depan mereka demi keuntungan sesaat? Itu tidak akan pernah kami lakukan!"
PENGAWASAN BERLAPIS, DARI PROVINSI HINGGA KORAMIL
Proyek ini tidak berjalan tanpa pengawasan, jelas Siswanto:
-Konsultan Pengawas ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Lampung memantau pelaksanaan secara berkala
-Pendampingan TNI/Koramil Palas bersifat pengamanan wilayah, bukan pengawasan teknis
-Seluruh tahapan mengikuti edaran dan pedoman kementerian pendidikan.
"Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh unsur TNI. Pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari mekanisme pengamanan program pemerintah pusat, bukan untuk mengawasi teknis pekerjaan," ujarnya.
SOAL K3: APD TERSEDIA, KEKURANGAN HANYA SAAT ISTIRAHAT
Terkait laporan pekerja tanpa perlengkapan keselamatan:
"APD telah disediakan bagi seluruh pekerja. Jika ada yang terlihat tidak lengkap, itu bersifat insidental — misalnya saat beristirahat atau keperluan tertentu. Kami akan tetap memperketat pengawasan K3 agar semua ketentuan dipatuhi dengan baik."ungkapnya.
TERBUKA UNTUK VERIFIKASI, TIDAK ADA YANG DISEMBUNYIKAN
Siswanto menegaskan pihaknya menghormati kontrol sosial masyarakat, namun berharap informasi yang disampaikan juga berdasarkan pengecekan langsung:
"Siapa pun yang ingin melakukan verifikasi, kami persilakan datang langsung ke lokasi. Tidak ada yang kami sembunyikan. Semua mengacu pada RAB dan ketentuan teknis yang berlaku. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan, selama disampaikan berdasarkan data dan hasil pengecekan di lapangan."jelasnya.
Klarifikasi ini diharapkan melengkapi informasi publik terkait pelaksanaan proyek revitalisasi SMK Negeri 1 Sragi.
Publik akan terus memantau perkembangan dan mengundang masyarakat untuk ikut mengawasi bersama — karena transparansi adalah hak setiap warga negara, dan keselamatan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita bersama. (Red)
