Lampung, Penakita.info -
Kebijakan nyata Perum Bulog Kanwil Lampung dalam merangkul para petani lokal membawa ketenangan bagi masyarakat di tengah terjangan puncak musim kemarau.
Para pahlawan pangan di sawah tak perlu cemas akan nasib hasil panennya, sebab Bulog memberikan jaminan penuh bahwa proses penyerapan gabah dan beras dari tingkat petani tetap berjalan lancar tanpa kendala.
Langkah aktif ini sekaligus membentengi kesejahteraan keluarga petani serta menjaga kepastian harga jual di tingkat tapak agar tidak anjlok saat cuaca ekstrem.
Di sisi lain, jaminan ketersediaan pangan nasional yang melimpah ini secara langsung membebaskan warga Lampung dari rasa khawatir akan ancaman kelangkaan beras di pasaran.
Sinergi antara perlindungan nasib petani dan ketersediaan stok yang kokoh ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat bawah.
Kepastian mengenai kelancaran penyerapan gabah petani tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Lampung, Rindo Safutra, dalam keterangannya pada Minggu (30/8/2026).
"Penyerapan gabah petani tetap berjalan dan berkelanjutan. Dari sisi ketersediaan, saat ini stok beras yang dikuasai Perum Bulog Kanwil Lampung mencapai 271.566 ton dan aman untuk 8-12 bulan ke depan, masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Rindo Safutra.
Rindo menambahkan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini berada pada tingkat tertinggi dalam sejarah. Hal tersebut menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional utama yang menyangga pasokan tanpa perlu bergantung pada kebijakan impor.
Intervensi Pasar dan Bantuan Pangan Bagi Warga
Untuk meringankan beban perekonomian masyarakat selama musim kemarau, Bulog melancarkan berbagai program intervensi domestik secara masif:
Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP): Menggencarkan distribusi beras murah ke pasar tradisional, ritel modern, Kios Pangan, hingga Rumah Pangan Kita (RPK).
Bantuan Pangan Beras Bapanas-Bulog: Menjangkau 1.242.582 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Provinsi Lampung.
Mekanisme One Shot: Penyaluran bantuan beras dialokasikan sekaligus untuk tiga bulan (Juli, Agustus, dan September 2026) guna menjaga daya beli warga.
Dengan jaminan penyerapan gabah petani yang terus berjalan dan cadangan stok yang sangat mencukupi, Bulog mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong.
