masukkan script iklan disini
Ambon,PenaKita.Info-Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aktualisasi Program Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS di lingkungan Lapas Perempuan Ambon yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Proses pemasangan dilakukan secara langsung di area blok hunian dengan pengawasan ketat dari jajaran keamanan dan ketertiban. Kepala Sub Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasubsi Kamtib) turut memastikan seluruh sarana dan prasarana alat deteksi gempa yang dipasang dapat berfungsi dengan baik sebagai sistem peringatan dini demi mendukung keamanan penghuni lapas.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling menyampaikan bahwa pemasangan alat deteksi gempa merupakan langkah nyata dalam membangun sistem keamanan yang lebih responsif dan berorientasi pada keselamatan bersama.
“Kami tidak ingin hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga memastikan seluruh warga binaan dan petugas memiliki perlindungan serta kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegas Hesta.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa inovasi tersebut menjadi bentuk komitmen Lapas Perempuan Ambon dalam menghadirkan lingkungan pembinaan yang aman, humanis, dan adaptif terhadap potensi risiko bencana.
Sementara itu, Kasubsi Kamtib, Suryana menambahkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya sebatas prosedur, melainkan budaya kerja yang harus terus dibangun oleh seluruh petugas.
“Kesiapsiagaan bukan menunggu bencana datang, tetapi bagaimana kita membangun sistem perlindungan sejak dini agar risiko dapat diminimalisir,” tandasnya.
Pemasangan alat deteksi gempa ini juga mendapat apresiasi karena menjadi inovasi yang lahir dari semangat aktualisasi CPNS dalam menghadirkan perubahan positif di lingkungan kerja.
CPNS Lapas Perempuan Ambon, Mayzha Baharizky menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan seluruh penghuni lapas.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari aktualisasi kami sebagai CPNS untuk menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap keamanan dan keselamatan di lingkungan lapas. Melalui pemasangan alat deteksi gempa ini, kami berharap kesiapsiagaan seluruh petugas maupun warga binaan dapat semakin meningkat dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Selain meningkatkan kewaspadaan, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat mitigasi risiko dan menciptakan rasa aman bagi warga binaan maupun petugas. Dengan adanya alat deteksi gempa tersebut, Lapas Perempuan Kelas III Ambon menunjukkan komitmennya untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, adaptif, serta responsif terhadap situasi darurat dan keselamatan bersama.
