• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Melalui Siraman Rohani, Lapas Tual Ajak Warga Binaan Katolik Menata Masa Depan yang Lebih Baik

    Selasa, 05 Mei 2026, Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T03:06:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Langgur,PenaKita.Info-
    Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkomitmen memberikan hak pelayanan ibadah yang maksimal bagi seluruh warga binaan. Melalui program siraman rohani rutin, warga binaan yang beragama Katolik diajak untuk merefleksikan diri sekaligus memperkuat mental guna menyongsong masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti.


    Kegiatan yang berlangsung khidmat di Gereja Oikumene Lapas ini dihadiri oleh puluhan warga binaan serta penyuluh agama dari Kantor Kementerian Agama Maluku Tenggara (Malra).


    Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Lapas Tual, Francesco Fanulene, menyatakan bahwa pembinaan spiritual merupakan fondasi utama dalam proses reintegrasi sosial. Menurutnya, perubahan perilaku yang permanen harus dimulai dari hati dan ketenangan batin. "Kami ingin memastikan bahwa meskipun mereka sedang menjalani masa pidana, pertumbuhan iman tidak boleh terhenti. Melalui siraman rohani ini, kami memotivasi mereka untuk melepaskan beban masa lalu dan mulai fokus menata masa depan. Kami berharap mereka keluar dari sini bukan hanya sebagai mantan narapidana, tetapi sebagai pribadi baru yang lebih beriman," ujar Francesco.


    Dalam sesi tersebut, penyuluh agama dari Kemenag Maluku Tenggara, Patriks Kia memberikan pesan tentang pertobatan dan harapan. Ia menekankan bahwa Tuhan selalu memberikan kesempatan kedua bagi setiap orang yang mau berbenah diri. "Tugas kami adalah mendampingi mereka agar tidak kehilangan arah. Di sini, mereka belajar bahwa kesalahan di masa lalu adalah pelajaran, bukan akhir dari segalanya. Respon warga binaan sangat positif, mereka sangat antusias dalam berdialog dan berdoa bersama," ungkapnya.


    Manfaat dari program ini dirasakan langsung oleh warga binaan. Salah seorang warga binaan berinisial AR mengaku merasa lebih tenang dan optimis menghadapi sisa masa tahanannya. "Dulu saya merasa putus asa, tapi melalui pembinaan rutin ini, saya diingatkan bahwa Tuhan masih sayang pada saya. Saya belajar untuk memaafkan diri sendiri dan berjanji akan menjadi kepala keluarga yang lebih baik untuk anak istri saya nanti," tutur AR dengan nada haru.


    Program pembinaan rohani bagi warga binaan Katolik ini dijadwalkan secara berkala sebagai bentuk sinergi antara Lapas Tual dengan Kementerian Agama, demi menciptakan lingkungan Lapas yang kondusif dan menghasilkan lulusan pembinaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini