Saparua,Penakita.info-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kerohanian melalui ibadah penutupan Usbu yang diikuti seluruh warga binaan Nasrani. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh penghayatan sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian guna membangun kesadaran spiritual serta memperkuat mental warga binaan selama menjalani masa pidana. Ibadah dilaksanakan di Gereja Lapas Kelas III Saparua, Sabtu (09/05/2026).
Ibadah dipimpin oleh salah satu warga binaan berinisial J.B yang membacakan firman Tuhan (Kolose 1:13-14) tentang pembebasan dari kuasa kegelapan dan pengampunan dosa. Suasana ibadah berlangsung tenang dengan rangkaian doa bersama, pujian rohani, dan refleksi iman yang mengajak warga binaan untuk tetap memiliki harapan serta semangat memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
“Karena Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa”, tuturnya.
Pada kesempatan terpisah Staf Pembinaan Kepribadian Lapas Kelas III Saparua, Forianty Talakua menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan agar memiliki kesadaran diri, pengendalian emosi, serta kesiapan untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
“Ibadah penutupan Usbu ini kami laksanakan rutin dan menjadi momentum bagi warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap pribadi memiliki kesempatan untuk berubah. Kami berharap nilai-nilai positif yang diterima melalui pembinaan rohani seperti ini dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dalam pengawasan petugas pengamanan.
