Saumlaki,PenaKita.Info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki menghadirkan terobosan positif melalui program pembinaan kemandirian barbershop bagi warga binaan, Rabu (29/4).
Kegiatan ini merupakan inisiatif pembinaan yang bertujuan memberdayakan warga binaan menjadi tukang pangkas rambut profesional. Program ini memberikan keterampilan praktis sebagai bekal usaha mandiri setelah bebas, sekaligus menjadi sarana produktif selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa program tersebut membekali warga binaan dengan keahlian khusus serta membangun jiwa mandiri sebagai modal usaha setelah bebas.
“Kami menghadirkan program ini di Lapas guna mengajarkan warga binaan teknik dasar hingga mahir dalam mencukur rambut. Harapannya, mereka memiliki keahlian nyata yang bisa digunakan saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan barbershop ini juga menjadi sarana pembinaan produktif yang memberikan perspektif positif kepada masyarakat. Layanan pangkas rambut tidak hanya diperuntukkan bagi sesama warga binaan, tetapi juga melayani petugas, sehingga menciptakan sistem regenerasi pengelola barbershop yang berkesinambungan. Selain itu, kegiatan ini mampu menghasilkan omzet setiap minggunya yang dapat membantu menunjang kebutuhan warga binaan.
Salah satu warga binaan berinisial, VI, yang mengikuti program tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan barbershop di Lapas.
“Saya merasa bersyukur bisa ikut kegiatan ini. Awalnya saya tidak punya keterampilan mencukur rambut, tapi sekarang sudah mulai bisa dan percaya diri. Ke depan saya ingin membuka usaha barbershop sendiri setelah bebas,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut membuat dirinya lebih produktif selama menjalani masa pidana.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan oleh Lapas Kelas III Saumlaki.
“Kami ingin memberikan perspektif kepada masyarakat bahwa lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan pusat pelatihan keterampilan yang mampu membentuk warga binaan menjadi pribadi yang mandiri,” tegasnya.
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pengawasan ketat dari petugas. Melalui program ini, diharapkan warga binaan dapat membekali diri dengan keterampilan yang bermanfaat sehingga mampu menekan angka residivisme, karena mereka telah memiliki keahlian dan kesiapan untuk kembali beradaptasi di tengah masyarakat.
