Bandanaira,PenaKita.Info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus perkuat upaya pembinaan produktif dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia di lingkungan Lapas untuk kegiatan pertanian. Program ini dirancang sebagai langkah strategis dalam mendorong kemandirian Warga Binaan melalui keterampilan praktis.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan tidur bukan hanya sebagai sarana bercocok tanam, tetapi juga sebagai media asimilasi dan edukasi.
"Kami manfaatkan lahan tidur sebagai sarana pelatihan bercocok tanam. Tujuannya agar Warga Binaan memiliki kesadaran untuk menjadi produktif dengan cara positif, sehingga kelak memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan saat kembali ke masyarakat," ungkapnya, Sabtu (11/4).
Rustam menambahkan, program pembinaan berbasis pertanian tidak hanya bertujuan memberikan pelatihan teknis, tetapi juga menjadi media rehabilitasi yang efektif dalam membangun rasa tanggung jawab, kemandirian, dan kepercayaan diri bagi Warga Binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menegaskan program ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan sebagai bentuk implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Kegiatan ini tidak sekadar mengisi waktu luang Warga Binaan, tetapi menjadi sarana pembelajaran yang membekali mereka dengan keterampilan nyata. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi modal utama saat mereka kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat," harapnya.
Selain memberikan dampak positif pada pembinaan Warga Binaan, program ini juga menjadi bagian dari strategi Lapas Bandanaira dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif diharapkan mampu menghasilkan komoditas pangan yang dapat digunakan untuk kebutuhan internal Lapas serta mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal.
