masukkan script iklan disini
Agam,penakita.info –
Sabtu, 4 April 2026, di Sekretariat Lingkung Baraya Sunda (LIBAS), Nagari Panampung, Kecamatan Ampek Angkek, udara dipenuhi haru, mata bersinar syahdu. Ratusan insan berkumpul bukan sekadar untuk mengisi perut yang kosong, melainkan untuk mengisi hati yang rindu, mempererat tali yang mungkin sempat kendur, dan memohon ampunan serta ridho dari Yang Maha Agung.
Di hadapan keluarga besar, Ketua LIBAS, Kang Asep Susanto, menyampaikan amanah yang dalam.
"Mewakili pengurus, kami ucapkan Selamat Hari Raya, mohon maaf lahir dan batin. Bukan sekadar basa-basi perayaan, ini adalah momen penyucian jiwa. Di sini kita bertatap muka, saling memaafkan tanpa cela, merajut kembali kebersamaan yang mungkin sempat terpisah jarak dan waktu. LIBAS bukan sekadar organisasi, ini adalah rumah besar tempat kita saling menguatkan, menjaga kekeluargaan agar tetap kokoh bak gunung, abadi selamanya!"
Nasihat Penuh Makna: Dari Salam hingga Makanan yang Berkah
Dalam tausiyah yang menyentuh kalbu, Ustadz Asep Nurdin mengingatkan betapa mulianya duduk bersama orang berilmu.
"Melihat wajah sahabat yang saleh dan alim saja sudah mendatangkan pahala dan rahmat Ilahi. Halal Bihalal adalah momen emas untuk melepaskan rasa tersakiti, membuang kekecewaan, dan kembali suci. Ingatlah, amal kebaikan bahkan musibah bisa menghapus dosa, asalkan niat taubat itu nyata, kecuali dosa syirik dan hutang yang wajib dilunasi."
Beliau memaparkan tiga tingkatan silaturahmi yang menjadi pelajaran berharga:
- TK (Dasar): Cukup menitip salam.
- SMP (Menengah): Menitip hadiah atau uang.
- Sarjana (Sempurna): Datang langsung, bertemu, dan berkumpul seperti hari ini.
"Senyum adalah sedekah, salam membawa berkah. Saat tangan saling bersentuhan, dosa pun rontok bahkan sebelum terlepaskan. Pelukan erat menumbuhkan kasih sayang yang tak terhingga. Dan setiap suapan makanan yang dinikmati? Pahalanya setara dengan ibadah Haji dan Umrah. Sungguh nikmat yang luar biasa dari pertemuan yang penuh barakah!"
Kelancaran Program dan Kegiatan
Acara yang khidmat ini diperindah dengan tilawah dari Ustadz Nazib dan shalawat merdu dari Ustadz Dery. Laporan demi laporan disampaikan dengan transparan; pengelolaan tabungan, penyaluran zakat yang tepat sasaran, hingga perhatian khusus kepada ibu-ibu dengan kuliner istimewa. Partisipasi anggota dalam mengisi celengan pun melesat sesuai target.
Muzakarah rutin berjalan sukses, amanah diserahkan kembali dengan penuh tanggung jawab. Kang Iwan pun mewakili pengurus menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf.
"Semoga segala ikhtiar ini dicatat sebagai amal jariyah yang diterima di sisi-Nya," pungkasnya.
Suasana makin meriah dengan hidangan khas Sunda dan pencabutan undian yang memecah tawa. Bagi yang berhalangan hadir, doa terbaik terus dilontarkan agar senantiasa sehat dan bahagia.
Apresiasi Tokoh: Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi
Salah seorang tokoh dan Datuk setempat memberikan pujian yang membanggakan. Dengan mata berbinar ia berkata:
"Sungguh luar biasa kebersamaan yang terjalin di LIBAS. Kehadiran organisasi ini adalah bukti nyata bahwa nilai kesetiakawanan masih hidup dan menawan. Di sini, tiada sekat yang memisahkan, tiada status yang meninggikan. Semuanya sejajar, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Inilah kunci harmoni sejati! Rasa senasib sepenanggungan menjadi perekat yang kokoh, menciptakan keseimbangan indah dan kedamaian yang abadi bagi kita semua."
LIBAS membuktikan, di perantauan ini, budaya dan kekeluargaan tetap terjaga, diwarnai dengan tazkiyah, silaturahmi, dan cinta yang tak ternilai harganya.
(YamanLbs)
