Ambon,PenaKita.Info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali buktikan kesungguhan dalam membina Warga Binaan untuk menjadi insan yang produktif. Jumat (10/4), Lapas Wahai berpartisipasi aktif dalam Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Produk Hasil Karya Warga Binaan Pemasyarakatan se-Maluku, yang digelar untuk menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.
Berlokasi di Lapas Kelas IIA Ambon, stand Lapas Wahai menarik perhatian pengunjung dengan menampilkan berbagai kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Produk unggulan yang dipamerkan di antaranya miniatur kapal pinisi yang detail, kerajinan pebble art (seni batu kerikil) yang unik, serta aneka kuliner seperti keripik tempe dan produk ikan asin.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan bahwa produk-produk tersebut merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian. "Warga Binaan terus kami didorong untuk berkarya. Produk seperti miniatur kapal pinisi dan pebble art yang kami bawa hari ini adalah bukti bahwa di balik jeruji besi, kreativitas tetap tumbuh. Ini juga bentuk persiapan mereka untuk kembali ke masyarakat dengan keahlian," ujarnya.
Partisipasi dalam bazar ini bertujuan untuk mengenalkan hasil karya Warga Binaan kepada khalayak luas sekaligus membuktikan bahwa produk Lapas Wahai layak jual dan kompetitif di pasar UMKM. Sebelumnya, karya-karya Warga Binaan Lapas Wahai kerap mendapat apresiasi, bahkan dipesan langsung oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat umum.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi Lapas Wahai dalam memamerkan hasil karya Warga Binaannya.
"Saya sangat bangga dengan kreativitas yang ditunjukkan oleh Warga Binaan tak terkecuali Lapas Wahai. Ini adalah bukti nyata keberhasilan program pembinaan. Kami terus mendorong agar hasil karya Warga Binaan tidak hanya menjadi pajangan, tetapi benar-benar naik kelas dan diterima di pasar UMKM Maluku bahkan nasional," ujar Ricky,
Apresiasi juga datang dari Penjabat Sekertaris Kota Ambon, Robby Sapulette, yang mewakili Walikota Ambon. Menurutnya, kegiatan Bazar UMKM kali ini adalah bukti nyata kreativitas Warga Binaan yang mencerminkan semangat mereka untuk menjadi lebih baik.
"Pemerintah Kota Ambon sangat mendukung program ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat termasuk dari lingkungan Pemasyarakatan. Hal ini relevan dengan salah satu dari 17 Program Prioritas Walikota Ambon Tahun 2025-2029. Melalui kegiatan ini, kami berharap produk UMKM Warga Binaan semakin dikenal luas. Mari kita dukung pelaku UMKM dengan membeli hasil karya mereka," imbaunya.
Selain sebagai bentuk pembinaan kemandirian, keikutsertaan Lapas Wahai ini juga merupakan ajang promosi untuk memperluas jangkauan pemasaran, sehingga dapat memberikan premi atau pendapatan mandiri bagi Warga Binaan yang membuatnya.
Kegiatan bazar ini diharapkan mampu mengubah stigma terhadap Warga Binaan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat atas produk-produk hasil karya mereka.
