Langgur,PenaKita.Info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus memperkuat transformasi perilaku bagi Warga Binaan melalui pembinaan batiniah. Bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara, Lapas Tual rutin menyelenggarakan bimbingan rohani berkelanjutan bagi warga binaan yang beragama Kristen, Selasa (21/04).
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa pembinaan mental spiritual merupakan fondasi utama dalam proses rehabilitasi. "Kami ingin menjadikan Lapas bukan hanya tempat menjalani masa hukuman, tapi sebagai sarana perbaikan diri. Sinergi dengan penyuluh agama sangat krusial untuk memastikan setiap warga binaan mendapatkan pendampingan spiritual yang intensif dan berkelanjutan," ujar Nurchalis.
Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Fransisco Fanulene, menambahkan bahwa partisipasi dalam kegiatan kerohanian ini juga menjadi salah satu parameter penting dalam penilaian Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN). “Hasil dari pembinaan rohani ini nantinya akan menjadi dasar dalam pengusulan hak-hak integrasi seperti Remisi maupun Pembebasan Bersyarat,” ungkapnya.
Penyuluh Agama Kristen dari Kemenag Maluku Tenggara, Meilan Simaela, yang memimpin sesi bimbingan di Gereja Oikumene Lapas Tual, menjelaskan bahwa materi yang diberikan fokus pada penguatan iman dan perubahan karakter. "Kami berupaya menghadirkan bimbingan yang memberikan harapan baru. Dengan menanamkan nilai-nilai firman Tuhan, diharapkan mereka memiliki pegangan spiritual yang kuat untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu," ungkap Meilan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diharapkan dapat menciptakan suasana Lapas yang lebih kondusif serta menyiapkan warga binaan agar kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih religius dan taat hukum.
