Piru,PenaKita.Info Suasana kebun luar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru tampak berbeda pada Selasa (31/3). Di antara deretan tanaman yang tertata rapi, Warga Binaan dengan penuh semangat memanen buah naga yang telah matang sempurna. Sebanyak 14,5 kilogram buah naga berhasil dipetik, menandai panen ketiga buah naga dari program kemandirian yang terus berjalan berkelanjutan.
Kegiatan ini bukan sekadar panen hasil pertanian, melainkan wujud nyata dari proses pembinaan yang berfokus pada pemberdayaan Warga Binaan. Melalui program ini, mereka tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga ditanamkan nilai tanggung jawab dan kemandirian sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan program kemandirian ini dialankan secara konsisten dan berkelanjutan. “Panen buah naga ini merupakan yang ketiga kalinya dan hasilnya terus menunjukkan peningkatan. Ini menjadi bukti Warga Binaan mampu menghasilkan produk bernilai dan siap kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.
Senada, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan pengelolaan kebun luar dilakukan secara terencana dan melibatkan langsung Warga Binaan dalam setiap tahapan, mulai dari penanaman hingga panen. “Seluruh proses dikelola secara berkesinambungan. Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur, tetapi juga dipasarkan sebagai bentuk produktivitas Warga Binaan. Ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mereka,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial S bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia merasakan manfaat besar dari program yang dijalankan. "Selain menambah keterampilan, kami juga merasa lebih percaya diri karena bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan komitmen dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan. Melalui program kemandirian yang terus dikembangkan, Lapas Piru menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, selaras dengan arah kebijakan nasional. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus ditingkatkan sebagai upaya mewujudkan Warga Binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat.
