Bandanaira,PenaKita.Info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira mendapat kunjungan Safari Ramadan dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banda, Ridwan Wailussy, Jumat (13/3) malam. Kegiatan ini manjadi bagian dari penguatan spiritual bagi Warga Binaan, sekaligus momentum memperdalam pemahaman keagamaan di bulan penuh berkah.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, Safari Ramadan merupakan kesempatan berharga bagi Warga Binaan untuk memperkuat karakter melalui nilai-nilai spiritual.
"Kami berharap Warga Binaan semakin memahami makna Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah," ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ridwan Wailussy, menjelaskan makna dan keutamaan malam Lailatulakadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ia mengajak Warga Binaan memanfaatkan akhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan doa.
"Lailatulakadar adalah malam penuh kemuliaan. Barang siapa yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah dan keimanan, maka Allah akan melipatgandakan pahala dan mengampuni dosa-dosanya. Mari kita maksimalkan Ramadan dengan amal terbaik," pesannya.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa esensi Ramadan adalah sebagai bekal untuk menghadapi sebelas bulan berikutnya. Ia menekankan agar Warga Binaan menjadikan Ramadan sebagai titik balik transformasi diri.
"Ramadan adalah bekal. Mari kita tingkatkan kualitas ibadah agar setelah bulan suci ini berlalu, semangat beribadah kita tidak ikut memudar, melainkan tetap terjaga di bulan-bulan selanjutnya," tuturnya.
Melalui pembinaan kerohanian seperti tausiah agama, Lapas Bandanaira berkomitmen menghadirkan proses Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan perilaku, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, Warga Binaan diharapkan mampu menata kembali arah hidupnya dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
