Geser,PenaKita,Info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki kembali melaksanakan kegiatan penggarapan lahan pertanian sekaligus penanaman sayuran guna memperluas media tanam, Senin (2/2)
Penggarapan lahan di Lapas Saumlaki dilakukan secara rutin dan bertahap, dimulai dari pembersihan area tanam, pengolahan tanah, hingga penataan bedengan. Setelah lahan dinyatakan siap, warga binaan bersama petugas melanjutkan dengan penanaman bibit sayur sawi menggunakan metode sederhana agar tanaman dapat tumbuh optimal dan mudah dalam perawatan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari optimalisasi lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa penggarapan lahan dan penanaman sayuran dilakukan sebagai bentuk penguatan pembinaan kemandirian. Menurutnya, keterlibatan langsung warga binaan bersama petugas menjadi bagian penting dalam membangun keterampilan kerja yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan dilibatkan secara langsung dengan pendampingan petugas. Selain memanfaatkan lahan secara produktif, kegiatan ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Agung.
Kasubsi Pembinaan Lapas Saumlaki, Andrey Maspaitella, menambahkan bahwa penanaman sayur sawi dipilih karena relatif mudah dibudidayakan dan memiliki masa panen yang singkat. Ia menegaskan bahwa seluruh proses kegiatan dilakukan secara terarah dan terawasi. “Sayur sawi dipilih karena perawatannya sederhana dan waktu panennya tidak terlalu lama. Seluruh proses penanaman kami laksanakan secara terarah dengan pendampingan dan pengawasan petugas,” ujar Andrey.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi upaya Lapas Saumlaki dalam mengembangkan media tanam melalui kegiatan pertanian. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.
Dengan rutin dilakukannya kegiatan tersebut, Lapas Saumlaki terus berupaya mengoptimalkan program pembinaan berbasis pertanian sebagai langkah menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
