masukkan script iklan disini
Agam,Penakita.info –
7 Februari 2026 - Jembatan akses utama menuju Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Jorong Lurah Dalam, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, dihancurkan secara sepihak oleh oknum Ninik Mamak. Tindakan tersebut dilakukan tanpa melalui musyawarah mufakat, koordinasi dengan masyarakat, maupun pemerintah setempat.
Penghancuran jembatan yang merupakan aset negara ini mengganggu akses perjalanan siswa dan membahayakan keselamatan mereka, sekaligus menimbulkan kerugian serta kekhawatiran bagi warga sekitar. Menurut saksi mata, proses penghancuran dilakukan dengan menggunakan martil, sementara tiga jembatan lain di kawasan aliran sungai yang sama – yang juga terdampak banjir Desember 2025 lalu – tidak dirusak. Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai tujuan sebenarnya dari tindakan tersebut.
Warga yang menyaksikan kejadian mengaku tidak berani menghalangi karena merasa takut. Sementara itu, civitas SDN 19 mengungkapkan kekhawatiran akan risiko kecelakaan akibat akses terganggu. "Kami sangat mengandalkan jembatan tersebut untuk perjalanan siswa. Harap segera dibangun kembali," ujar salah satu pihak terkait dengan nada prihatin.
Pengurus Komite SDN 19 bersama masyarakat dan pihak sekolah telah menyediakan titian sementara dari batang pinang dan kayu papan. Meskipun dapat digunakan, titian tersebut tidak memiliki struktur yang kuat dan tidak dirancang untuk penggunaan berkelanjutan, terutama oleh anak-anak. Kondisi ini membuat perjalanan ke sekolah menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama, terutama saat debit air sungai tinggi.
Masyarakat mengajak pemerintah daerah dan instansi berwenang untuk segera menyelidiki kasus ini serta mencari solusi permanen. Pihak kecamatan menyatakan akan melakukan survei dan investigasi mendalam di lapangan.
Rismawati, Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Sumbar, menyayangkan tindakan oknum tersebut dan meminta aparat hukum untuk menindaklanjutinya agar tidak ada kejadian serupa di masa depan.
(FK/TIM)
