• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Masuki Masa Pra-Paskah, Warga Binaan Kristiani Lapas Wahai Jalani Ibadah Rabu Abu

    Rabu, 18 Februari 2026, Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T07:58:24Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Wahai,PenaKita.Info-
    Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus berkomitmen meningkatkan pembinaan mental dan spiritual bagi para Warga Binaan. Memasuki masa Pra-Paskah, Warga Binaan beragama Kristen jalani ibadah virtual perayaan Rabu Abu yang berlangsung khidmat di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Rabu (18/2). Ibadah yang menandai dimulainya masa pertobatan dan puasa selama 40 hari jelang Paskah ini mengusung tema ketaatan hidup.


    Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan ibadah ini merupakan pembinaan kepribadian berbasis keagamaan agar Warga Binaan lebih disiplin dan taat, baik taat kepada tuhan maupun aturan di Lapas. "Kami memfasilitasi kebutuhan spiritual seluruh Warga Binaan. Dengan tema ketaatan, kami berharap mereka memaknai masa Pra-Paskah dengan perubahan perilaku yang signifikan. Ini adalah  bekal mental mereka sebelum kembali ke tengah masyarakat," ungkapnya.


    Tersih juga mengatakan bulan ini menjadi bulan yang penuh hikmah bagi kehidupan beragama Warga Binaan yang merayakan Imlek, maupun Ramadan. "Tahun ini menjadi harmoni kalender lintas iman. Semoga kita semua menciptakan lingkungan Lapas yang harmonis dan humanis," harapnya.


    Senada, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas konsistensi pembinaan di Lapas Wahai. Terkait datangnya momen keagamaan, ia menegaskan komitmen untuk menciptakan harmoni selama Ramadan.


    "Kami menekankan pembinaan kepribadian harus berjalan beriringan dengan toleransi. Saat Warga Binaan Kristiani memaknai ketaatan melalui Rabu Abu, kami juga memastikan kesiapan Lapas dalam menyambut bulan puasa agar Warga Binaan Muslim beribadah dengan khusyuk. Kami berharap momen Ramadan dan Pra-Paskah ini menjadikan seluruh Warga Binaan sebagai insan yang lebih baik, beriman, dan bertakwa menuju kehidupan yang lebih baik," pesannya.


    Pada kesempatan tersebut, ibadah virtual yang dipimpin oleh Pendeta Daniel Alexander dari Yayasan Pendidikan Warga Binaan Cahaya Kasih. Ia menekankan masa Pra-Paskah adalah waktu yang tepat bagi Warga Binaan untuk meneladani ketaatan Kristus serta meningkatkan disiplin diri dalam bertobat dan memperbaiki perilaku selama menjalani masa pembinaan.  


    Suasana haru dan khidmat pun menyelimuti jalannya ibadah dimana Rabu Abu sebagai simbol manusia berasal dari debu menjadi tanda pertobatan bagi Warga Binaan Lapas Wahai agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada sang pencipta.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini