Nias Selatan, Penakita.info –
Pembangunan jembatan Bailey sepanjang 33 meter di Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, terus dikebut. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Balohili Gomo dengan sejumlah desa lainnya dan berada di wilayah teritorial Kodim 0213/Nias.
Pembangunan dilaksanakan oleh Satgas Yonzipur I/DD TNI Angkatan Darat.
Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Pusat melalui TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan serta peningkatan infrastruktur di wilayah terpencil, guna menunjang mobilitas dan aktivitas masyarakat.
Komandan Yonzipur I/DD, Letkol Czi Andri Prasetyo Wibowo, S.Hub.Int, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Bailey merupakan solusi cepat dan efektif untuk mengatasi kesulitan akses masyarakat, khususnya di daerah yang terdampak keterbatasan infrastruktur.
“Pembangunan jembatan Bailey ini merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan dan peningkatan infrastruktur di wilayah terpencil, guna mendukung kelancaran distribusi logistik serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Letkol Andri kepada awak media melalui sambungan seluler, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, jembatan Bailey merupakan jembatan modular yang dirancang agar dapat dipasang dengan cepat dan mudah, baik sebagai jembatan sementara maupun jembatan permanen di wilayah yang sulit dijangkau.
“Jembatan ini dirancang untuk dipasang di lokasi-lokasi sulit dan mampu menahan beban berat,” lanjutnya.
Di tempat terpisah, mantan Anggota DPRD Nias Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) IV sekaligus Ketua LSM KPK RI Cabang Nias Selatan, Satulo Tafonao, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pembangunan jembatan tersebut.
Saat ditemui di kantornya di Jalan Baloho Indah No. 5, Telukdalam, Senin (9/2/2026), Satulo Tafonao menyatakan bahwa bantuan Pemerintah Pusat melalui TNI AD patut diapresiasi.
“Saya mendukung penuh kegiatan pembangunan jembatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya pimpinan TNI melalui Satgas Yonzipur I/DD dan Kodim 0213/Nias, serta seluruh pihak yang terlibat atas perhatian dan dukungannya kepada masyarakat Nias Selatan, khususnya Kecamatan Boronadu,” ungkapnya.
Ia berharap proses pembangunan jembatan Bailey tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Semoga jembatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kemajuan bagi masyarakat Kecamatan Boronadu,” tambahnya.
Menanggapi isu penggunaan material besi baja bekas dalam pembangunan jembatan Bailey, Satulo Tafonao menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari desain dan karakteristik jembatan Bailey.
“Jembatan Bailey memang dirancang menggunakan material besi baja bekas atau material yang tersedia, karena sifatnya sebagai jembatan darurat atau sementara.
Hal ini sudah sangat umum dan sesuai dengan fungsi jembatan Bailey yang dapat dipasang cepat serta mampu menahan beban berat,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan material tersebut bukanlah sebuah kejanggalan, melainkan telah sesuai dengan standar dan tujuan pembangunan jembatan Bailey.
“Jadi penggunaan besi baja bekas pada pembangunan jembatan Bailey di Kecamatan Boronadu bukanlah hal yang tidak biasa dan sudah sesuai dengan desain jembatan Bailey itu sendiri,” tegasnya.
“Tetap semangat Yonzipur I/DD. Misi sukses, Jembatan Bailey Boronadu segera terwujud,” pungkasnya.
(Red)


