Ambon.PenaKita.Info-TP PKK Provinsi Maluku melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Ambon yang berlangsung hangat, penuh makna, dan sarat pesan pemberdayaan perempuan. Kedatangan Ketua TP PKK Provinsi Maluku bersama jajaran pengurus serta sejumlah Kepala Dinas disambut secara adat dan penuh kehormatan. Rombongan disuguhi tarian penyambutan, dilanjutkan dengan pengalungan syal oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum Kanwil Ditjenpas Maluku. Selanjutnya, Kepala Lapas Perempuan Ambon menyerahkan buket bunga sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang sebelum rombongan memasuki area lapas, Jumat (13/2).
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling yang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan terhadap proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dalam laporannya, Kalapas menyampaikan bahwa saat ini jumlah WBP di Lapas Perempuan Ambon sebanyak 70 orang, yang menjalani pembinaan kepribadian dan kemandirian seperti pembuatan kue, merajut, menjahit, serta keterampilan salon.
"Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi membangun kembali kepercayaan diri dan keterampilan mereka sebagai bekal untuk hidup mandiri," tegas Kalapas.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabagtum) Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Lapas Perempuan Ambon, khususnya gagasan Kalapas dalam menghadirkan produk WBP se-Kota Ambon di stan UMKM Lapas Perempuan Ambon.
"Kami memberikan apresiasi atas inisiatif dan gagasan Ibu Kalapas Perempuan Ambon yang menghadirkan serta memamerkan hasil karya warga binaan dari UPT Pemasyarakatan se-Kota Ambon dalam satu wadah UMKM. Ini adalah langkah strategis yang memperkuat sinergitas antar-UPT sekaligus membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk pembinaan. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa pemasyarakatan terus bergerak maju dan adaptif," ungkapnya.
