Saparua,PenaKita.Info-Kanwil Ditjenpas Maluku, Pengecekan kesehatan rutin dilaksanakan di Lapas Kelas III Saparua sebagai langkah pencegahan risiko gangguan kesehatan pada warga binaan lanjut usia. Kegiatan ini difokuskan untuk memantau kondisi fisik lansia yang dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan perhatian khusus. Pemeriksaan berlangsung di ruang kesehatan lapas dengan pengawasan petugas pengamanan agar berjalan tertib dan aman, Senin (9/2/2026).
Pemeriksaan kesehatan difokuskan kepada warga binaan lansia dan dilaksanakan secara bergilir oleh Staf Kesehatan Lapas Saparua, Senly Matitale. Setiap warga binaan lansia menjalani konsultasi kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah sebagai langkah pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Pola pemeriksaan ini diterapkan guna memastikan kondisi fisik lansia tetap terpantau tanpa mengganggu aktivitas pembinaan di dalam lapas.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas kesehatan mencatat adanya sejumlah keluhan yang memerlukan perhatian. Tercatat dua warga binaan lansia mengalami tekanan darah tinggi, sementara tiga warga binaan lansia lainnya menunjukkan gejala flu. Keluhan yang dialami antara lain badan terasa lemas, hidung berair, serta kepala terasa berat. Temuan ini menjadi dasar tindak lanjut berupa pemantauan dan penanganan kesehatan lanjutan.
Sebagai tindak lanjut, petugas kesehatan memberikan obat antihipertensi kepada warga binaan lansia yang mengalami tekanan darah tinggi serta pemberian obat dan vitamin kepada warga binaan lansia yang menunjukkan gejala flu. Langkah ini dilakukan untuk membantu menstabilkan kondisi kesehatan warga binaan sekaligus mencegah risiko gangguan kesehatan yang lebih serius. “Dari hasil pemeriksaan hari ini, terdapat dua warga binaan lansia dengan tekanan darah tinggi dan tiga warga binaan lansia yang mengalami gejala flu. Selain dilakukan pemantauan, kami juga memberikan obat sesuai kondisi masing-masing agar kesehatan warga binaan tetap terjaga,” ujarnya.
Salah satu warga binaan lansia berinisial Y.T. menyampaikan kondisi kesehatannya saat ditanya petugas mengenai keluhan yang dirasakan dalam beberapa hari terakhir, termasuk kenyamanan saat beristirahat dan kondisi fisik sehari-hari. “Beberapa hari terakhir tidur saya kurang nyaman, kepala sering pusing dan badan terasa lemas,” ungkapnya.
Sementara itu, warga binaan lansia lainnya berinisial Y.P. mengungkapkan keluhan yang mengarah pada gejala flu. Ia mengatakan kondisi tersebut dirasakan sejak pagi hari dan cukup mengganggu aktivitasnya. “Saya merasa badan kurang enak, hidung berair sejak pagi dan kepala terasa berat,” tuturnya.
Lapas Kelas III Saparua menegaskan bahwa pengecekan kesehatan rutin akan terus dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap risiko gangguan kesehatan, khususnya pada warga binaan lansia. Melalui pemantauan dan pemberian penanganan medis secara berkelanjutan, diharapkan kondisi kesehatan warga binaan tetap stabil sehingga lingkungan pemasyarakatan dapat berlangsung secara aman, sehat, dan kondusif.
