• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Budaya Baca Jadi Pilar Penguatan Literasi Warga Binaan Lapas Wahai

    Kamis, 29 Januari 2026, Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T08:54:11Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Wahai.PenaKita.Info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai perkuat budaya baca sebagai upaya meningkatkan literasi dan kapasitas intelektual Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan, Kamis (29/1). Program ini diarahkan untuk mendorong pemanfaatan waktu secara positif sekaligus membangun pola pikir yang lebih konstruktif.

    Penguatan budaya baca dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan Lapas dan berbagai bahan bacaan edukatif, mulai dari buku pengetahuan umum, keterampilan, hingga bacaan keagamaan. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan didorong untuk terus menambah wawasan dan memperluas sudut pandang.

    Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa budaya baca memiliki peran strategis dalam proses pembinaan kepribadian. Menurutnya, literasi tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk karakter dan cara berpikir.

    “Budaya baca menjadi fondasi penting dalam pembinaan. Dengan membaca, Warga Binaan dapat memperluas wawasan, meningkatkan intelektualitas, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw, yang menyebut budaya baca sebagai bagian dari pembinaan kepribadian yang terus dikembangkan secara konsisten.

    “Kami berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang edukatif. Melalui budaya baca, Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan nilai-nilai positif yang mendukung proses perubahan diri,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi pelaksanaan program budaya baca di Lapas Wahai. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan dan rehabilitasi.

    “Saya mengapresiasi Lapas Wahai yang terus berinovasi dalam pembinaan Warga Binaan. Penguatan budaya baca merupakan langkah nyata untuk mencerdaskan Warga Binaan dan mendukung tujuan Pemasyarakatan, yaitu membentuk manusia yang sadar akan kesalahan, memperbaiki diri, dan siap kembali ke tengah masyarakat,” tegasnya.

    Melalui penguatan budaya baca ini, Lapas Wahai berharap Warga Binaan memiliki bekal literasi dan intelektual yang memadai sebagai modal membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini