• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Dari TTS untuk Indonesia. Budaya Amanuban Bersinar di Perayaan HUT RI ke-80 di Surabaya

    Jumat, 29 Agustus 2025, Agustus 29, 2025 WIB Last Updated 2025-08-29T04:05:24Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Jatim.Penakita.Info || Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur menggelar acara perayaan yang meriah dan penuh makna. Acara yang berlangsung di Surabaya ini mengundang berbagai perwakilan dari seluruh penjuru nusantara, termasuk delegasi istimewa dari Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dari daerah Timor Tengah Selatan (TTS).

     


    Kehadiran perwakilan dari propinsi NTT ini menjadi daya tarik tersendiri, karena mereka membawa serta kekayaan budaya Amanuban yang begitu khas dan mempesona. Dems Saefatu, tokoh masyarakat TTS yang menjadi perwakilan dalam acara ini, mengungkapkan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan ini.

     

    "Kami sangat berterima kasih atas undangan yang diberikan. Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan adat dan budaya Amanuban kepada masyarakat luas," ujar Dems Saefatu dengan penuh semangat.

     


    Dalam acara tersebut, delegasi NTT menampilkan dua tarian tradisional yang memukau, yaitu Tarian Bonet dan Tarian Kuan Soe. Kedua tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat Amanuban yang agraris dan religius. Gerakan yang lincah dan kostum yang berwarna-warni berhasil memukau para penonton yang hadir.

     

    "Sebenarnya kami membawa tiga tarian, termasuk Tarian Sbo'o Sene atau Gong. Namun, karena keterbatasan waktu, kami hanya bisa menampilkan dua tarian saja," jelas Dems Saefatu.

     

    Selain penampilan tarian, delegasi NTT juga membuka stand pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan dari TTS. Stand ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung, karena menampilkan motif sarung dan selendang khas TTS yang begitu indah dan unik. Tak hanya itu, stand ini juga menyajikan berbagai makanan tradisional TTS yang lezat, seperti jagung bose, ubi madu, dan kacang.

     


    "Puji Tuhan , stand kami berhasil meraih juara pertama dalam kategori stand terbaik. Ini adalah bukti bahwa produk-produk dari TTS memiliki daya tarik yang tinggi," ungkap Dems Saefatu dengan bangga.

     

    Di akhir acara, Dems Saefatu menyampaikan pesan khusus kepada seluruh masyarakat TTS yang berada di perantauan. Ia mengajak mereka untuk tidak pernah melupakan adat dan budaya leluhur, di mana pun mereka berada.

     

    "Indonesia ini sangat luas, dari Sabang sampai Merauke. Kita memiliki banyak sekali suku dan budaya yang berbeda-beda. Jangan pernah malu untuk menggunakan adat atau budaya kita di tanah rantau. Justru, kita harus bangga dan terus melestarikannya," tegas Dems Saefatu.

     

    Dengan semangat yang membara, Dems Saefatu menutup pesannya dengan yel-yel khas TTS, "Salam TTS Namas! NKRI Harga Mati!"

     


    ( Marfin)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini