• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Viral ! Kampung Piala Dunia Pertama di Papua Barat Hadir di Fanindi Pantai Manokwari, Sambut Euforia World Cup 2026

    Selasa, 12 Mei 2026, Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T10:38:42Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Manokwari, penakita.info - Aura Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga ke Timur Indonesia. Di tengah semangat masyarakat menyambut pesta sepak bola terbesar dunia, Kampung Fanindi Pantai, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat mendadak menjadi perhatian publik setelah menghadirkan “Kampung Piala Dunia” pertama di Papua Barat. Selasa(12/05/2026) 


    Kawasan pesisir yang dipenuhi atribut negara-negara peserta Piala Dunia, bendera sepak bola dunia, hingga semangat kebersamaan masyarakat ini kini menjadi ikon baru wisata masyarakat lokal yang unik dan penuh kreativitas. Kehadiran Kampung Piala Dunia Fanindi Pantai bahkan disebut-sebut berpotensi menjadi destinasi wisata viral selama perhelatan Piala Dunia 2026 berlangsung.


    Semarak masyarakat Fanindi Pantai semakin terasa saat Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat, Yance Samonsabra, SH., M.Si hadir langsung dan disambut meriah oleh masyarakat. Sorak sorai warga, nuansa sepak bola dunia, hingga semangat anak-anak muda Papua menjadikan suasana penuh antusias dan kebanggaan.


    Yance Samonsabra memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan kekompakan masyarakat Fanindi Pantai yang berhasil membangun atmosfer positif melalui Kampung Piala Dunia tersebut.


    Ini luar biasa. Saya menyambut baik gerakan masyarakat Fanindi Pantai yang menghadirkan Kampung Piala Dunia pertama di Papua Barat. Ini bukan hanya soal sepak bola, tetapi bagaimana masyarakat membangun persatuan, kreativitas, dan promosi wisata daerah. ujar Yance Samonsabra.


    Namun di balik euforia tersebut, Yance juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Piala Dunia berlangsung.


    Saya mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga Kampung Piala Dunia ini. Euforia boleh, dukung sepak bola boleh, tetapi jangan berlebihan, terlebih mengonsumsi minuman keras secara berlebihan yang dapat menimbulkan kecelakaan maupun gangguan keamanan. tegasnya.


    Menurutnya, Kampung Piala Dunia Fanindi Pantai memiliki potensi besar menjadi ikon wisata lokal bahkan wisata internasional berbasis masyarakat di Papua Barat selama momentum Piala Dunia 2026.


    Harapan kita, Kampung Piala Dunia ini menjadi tempat wisata masyarakat, pusat kebersamaan, sekaligus menggerakkan ekonomi warga selama Piala Dunia berlangsung. tambahnya.


    Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Fanindi Pantai juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Yance Samonsabra terhadap gerakan kreatif masyarakat. Warga berharap semangat sepak bola yang tumbuh di Papua Barat dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Papua untuk terus berprestasi.


    Tak hanya itu, masyarakat juga menyampaikan harapan besar agar suatu hari nanti Tim Nasional Indonesia melalui PSSI dapat tampil di ajang Piala Dunia.


    Kami berharap Indonesia suatu saat bisa bermain di Piala Dunia. Papua punya banyak pemain hebat dan kami ingin menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia,” ujar salah satu tokoh masyarakat Fanindi Pantai.


    Kini, Kampung Piala Dunia Fanindi Pantai bukan hanya menjadi simbol euforia sepak bola, tetapi juga simbol persatuan, kreativitas masyarakat Papua Barat, dan bukti bahwa semangat Piala Dunia telah hidup hingga ke pesisir Papua.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini