Piru,PenaKita.Info-Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Hijrah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru saat seluruh Warga Binaan Muslim mengikuti pembinaan kerohanian rutin bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Seram Bagian Barat (SBB), Selasa (5/5). Pekan ini, kegiatan pembinaan kerohanian mengusung tema inspiratif "Manusia Ber-Asa, Allah Ber-Kuasa".
Materi yang dibawakan oleh Samiun Kaliky dari Kemenag SBB ini bertujuan membangkitkan optimisme Warga Binaan. "Setiap manusia boleh memiliki asa atau harapan setinggi apa pun untuk berubah, namun harus diingat bahwa Allah-lah yang memegang kuasa atas segalanya. Pintu taubat dan kesempatan kedua selalu terbuka bagi mereka yang berserah diri," jelas Samiun.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Piru, Muh Ramdhan Basir menekankan bahwa kegiatan ini adalah ruang transformasi batin. "Kami ingin Warga Binaan tidak hanya menjalani hukuman fisik, tetapi juga mengalami transformasi batin. Kegiatan di Masjid Nurul Hijrah ini adalah ruang bagi mereka untuk memperbaiki diri agar siap kembali ke masyarakat dengan mentalitas yang lebih baik," ujarnya.
Pesan ini sangat dirasakan oleh para peserta. Salah satu Warga Binaan berinisial AR mengaku lebih tenang setelah mengikuti tausiyah. "Tema ini menguatkan kami. Meski pernah salah, kami diingatkan bahwa harapan menjadi orang baik itu tetap ada jika kita bersandar pada kuasa Allah," ungkapnya.
Secara terpisah, Kalapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmennya dalam menjalin sinergi berkelanjutan dengan Kemenag SBB. "Kerja sama ini adalah langkah strategis kami dalam memberikan pelayanan prima yang dilaksanakan setiap minggunya. Pemulihan karakter memerlukan proses konsisten, dan kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Kemenag SBB," pungkas Hery.
Kegiatan berjalan tertib dan lancar. Dengan penguatan spiritual yang intensif, diharapkan agama menjadi benteng bagi Warga Binaan agar tidak mengulangi kesalahan di masa depan.
