Geser,PenaKita.Info- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menerima kunjungan kerja strategis Sekretaris Dinas (Sekdis) Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), H. Abdul Azis Rumalowak, yang disambut langsung oleh Kalapas Kelas III Geser, Nober Hasanda dan didampingi Pelaksana Harian (Plh.) Kasubsi Pembinaan, M. Yusuf Kilkoda, Selasa (12/5).
Memulai keterangannya, Rumalowak mengatakan kunjungannya ini bertujuan untuk memantau langsung optimalisasi minat baca, literasi dan akses informasi warga binaan terhadap buku bacaan berjalan dengan baik melalui koleksi buku yang telah tersedia di Lapas Geser.
“Kepentingan kami adalah memastikan pemanfaatan buku ini optimal guna mendukung program pembinaan di berbagai instansi eksternal termasuk di Lembaga Pemasyarakatan. Kami mendukung penuh upaya literasi yang berdampak langsung pada kemandirian warga binaan,” jelas Rumalowak.
Menaggapi ulasan Sekdis Perpustakaan dan Kearsipan Kab. SBT, Kalapas Geser, Nober Hasanda, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah. Beliau menekankan bahwa buku-buku tersebut menjadi jendela pengetahuan yang sangat berharga bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan di Lapas Geser.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya atas kerja sama ini. Upaya ini menjadi sarana vital untuk menambah khazanah pengetahuan warga binaan,” ujar Nober.
Menariknya, di sela-sela diskusi tersebut, Nober juga memaparkan inovasi ketahanan pangan yang tengah digalakkan di Lapas Geser dan mengajak langsung Rumalowak untuk meninjau program budidaya sayuran hidroponik. Nober menjelaskan bahwa meskipun terkendala struktur tanah di Pulau Geser yang berpasir, Lapas Geser tetap produktif dengan mengembangkan pertanian modern melalui sistem hidroponik menggunakan media pipa dan bambu.
“Saat ini kami sedang menggiatkan pertanian modern tanpa tanah. Untuk mendukung upaya tersebut, kami berharap Dinas Perpustakaan dapat menambah koleksi buku terkait teknik ketahanan pangan (seperti hidroponik) dan pengembangan UMKM. Penambahan literatur ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga binaan agar relevan saat mereka bebas nanti,” tutur Nober.
Menanggapi usulan Kalapas Geser, Rumalowak mengatakan pihaknya akan berupaya menambah buku bacaan yang dapat mendukung pengembangan warga binaan yang menunjang implementasi pada bagian ketahanan pangan maupun UMKM.
“Kami akan segera mengupayakan pengadaan atau pendistribusian buku-buku yang aplikatif, khususnya di bidang ketahanan pangan dan UMKM, agar para warga binaan memiliki referensi yang beragam dalam mengembangkan kemampuan serta mengimplemtasikannya," pungkas Rumalowak.
Selanjutnya, sinergi ini diharapkan mampu mencetak warga binaan yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki keterampilan praktis di bidang ketahanan pangan maupun UMKM sebagai bagian dari peningkatan kapasitas diri menuju reintegrasi sosial berkelanjutan.
