Bandanaira,Penakita.info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah bersama Warga Binaan dan pegawai di Musala At-Taubah, Rabu (27/5). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian serta penguatan nilai keagamaan bagi Warga Binaan.
Pelaksanaan Salat Idul Adha tersebut dihadiri langsung Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, beserta jajaran pegawai. Bertindak sebagai imam yakni Syairun Ishak, sementara khutbah Idul Adha disampaikan Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor.
Dalam khutbahnya, Rustam Kasoor mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Idul Adha 1447 Hijriah sebagai sarana memperkuat nilai pengorbanan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab menjaga lingkungan hidup.
Rustam menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah SWT sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
"Idul Adha mengajarkan kepada kita bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar yang mampu kita ikhlaskan," ucapnya.
Rustam menyoroti kondisi masyarakat modern yang dinilai semakin individualistis dan materialistis. Menurutnya, semangat kurban harus dimaknai lebih luas sebagai upaya menekan ego, keserakahan, dan sikap acuh terhadap penderitaan sosial.
Dalam naskah khutbah itu juga, Rustam menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat. Distribusi daging kurban dinilai menjadi simbol pemerataan kasih sayang dan solidaritas sosial di tengah meningkatnya tekanan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan pelaksanaan Salat Idul Adha bersama menjadi bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan agar tetap memiliki semangat menjalani proses pembinaan dengan baik.
Menurutnya, momentum hari raya juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antara petugas dan Warga Binaan.
"Idul Adha mengajarkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengorbanan. Kami berharap melalui kegiatan ini Warga Binaan dapat mengambil hikmah dan terus membangun pribadi yang lebih baik dan bermanfaat," ujarnya.
Salah satu Warga Binaan, Oci, mengaku bersyukur masih dapat merasakan suasana Hari Raya Idul Adha bersama di dalam lingkungan Lapas. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
"Meskipun berada di dalam Lapas, kami masih dapat merasakan suasana Idul Adha bersama-sama. Kegiatan ini memberikan ketenangan, motivasi, dan semangat bagi kami untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya," ungkapnya.
Pelaksanaan Salat Idul Adha di Lapas Bandanaira berlangsung tertib dan aman dengan diikuti antusias oleh Warga Binaan serta pegawai.
