masukkan script iklan disini
KAMANG TANGAH ANAM SUKU, Penakita.info –
12 Juli 2026 — Suasana penuh khidmat dan suka cita menyelimuti Nagari Kamang Tangah Anam Suku, Kampuang Pisang, Jorong Bansa hari ini. Acara adat Alek Batagak Pangulu yang mengukuhkan 5 Ninik Mamak berlangsung lancar sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai.
" Momen ini bukan sekadar seremonial pemberian gelar, melainkan peneguhan kembali prinsip hidup masyarakat adat " Tutur Wali Nagari, Zulkhiyar/ Nyiak Aceh sekaligus tokoh dan Ninik mamak
Zulkhiyar yang Akrab dengan sebutan Nyiak Aceh menyatakan, pengangkatan Pangulu dilandaskan pada dua filosofi luhur;
Pertama Tombak nan Sabatang, artinya kita harus bersatu dalam satu tekad, satu suara, dan satu tujuan, tak boleh terpecah layaknya batang tombak yang utuh dari pangkal hingga ujung.
Kedua adalah Tombak nan Sakaki, bermakna kedudukan kita harus kokoh, tak tergoyahkan, dan berpijak teguh pada aturan adat serta syariat agama.
Nyiak Aceh menambahkan, Kerapatan Adat Nagari (KAN) sebagai lembaga tertinggi adalah perwujudan nyata dari Tombak nan Sakaki itu sendiri.
Kerapatan Adat Nagari (KAN) menjadi pondasi nagari, menjaga warisan leluhur, menyatukan seluruh pemangku adat, melindungi hak ulayat, serta menjaga keseimbangan antara norma adat dan ajaran agama.
Lebih jauh wali nagari menyatakan, "Batagak Pangulu" adalah kita sedang mendirikan kembali tiang penyangga kaum dan suku. Seperti rumah gadang yang kokoh karena tiangnya, begitu pula suku kita tegak karena adanya pemimpin yang dipercaya.
Menurutnya, Maknanya dalamnya, bahwa kita tidak boleh melupakan asal-usul, tidak boleh putus tali persaudaraan, dan adat istiadat adalah payung yang melindungi kita semua.
Kegiatan pengangkatan ke-5 datuak adalah untuk menyerahkan amanah. Amanah menjaga nama baik kaum, membimbing anak kemenakan, menyelesaikan perselisihan, serta menyatukan langkah demi kemajuan nagari.
Seorang Pangulu tidak hanya memimpin untuk dihormati melainkan berjuang agar anak cucunya hidup makmur, berilmu, dan berakhlak mulia.
Wali nagari dengan rasa haru dan bangga dan penuh harapan mengucapkan selamat dan apresiasi yang sangat mendalam kepada seluruh Ninik Mamak yang kini telah resmi menyandang gelar Datuak.
wali nagari berharap, kegiatan ini membawa tanggung jawab yang besar di pundak, bukan kebanggaan yang sesaat. Juga mendoakan para datuk sebagai pemimpin yang bijaksana, yang mendengar keluh kesah yang kecil, dan berjuang dalam kebenaran.
Ia juga optimis dan yakin para datuk mampu senantiasa menjaga keseimbangan antara syariat agama dan aturan adat Minangkabau. Semoga kehadiran beliau memperkokoh persatuan antar suku dalam membangun di Nagari Kamang Tangah Anam Suku.
Wali nagari tidak lupa terima kasih atas kehadiran dan doa restu dari seluruh elemen masyarakat. Dan mengajak mendukung pemimpin baru ini, karena keberhasilan pemimpin adalah kebahagiaan kita semua.
Tokoh lainpun mengucapkan selamat dan memberikan rasa hormat dan apresiasi tinggi atas Kehadiran para tokoh agama, adat, dan undangan, serta seluruh keluarga menjadi bukti nyata eratnya persaudaraan dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian tradisi luhur di tanah Minangkabau.
(YamanLbs)
