Saumlaki,PenaKita.Info-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) melaksanakan kegiatan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) serta sosialisasi penyakit menular bagi warga binaan, Selasa (21/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan layanan kesehatan sekaligus deteksi dini penyakit menular di lingkungan Lapas.
Pelaksanaan Mobile VCT diikuti oleh puluhan warga binaan yang secara sukarela menjalani skrining HIV/AIDS. Selain itu, pegawai Lapas juga turut mengikuti skrining sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kesehatan lingkungan kerja. Kegiatan ini turut melibatkan peserta magang di bidang kesehatan yang membantu proses pelayanan dan edukasi di bawah pendampingan petugas Dinkes KKT.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal.
“Melalui kegiatan Mobile VCT dan sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan maupun petugas mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak serta pemahaman yang baik terkait pencegahan penyakit menular, khususnya HIV/AIDS,” ujar Agung.
Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata Lapas Saumlaki mendukung program kesehatan nasional, khususnya pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS melalui deteksi dini serta peningkatan kesadaran.
Kasubsi Pembinaan, Andrey Maspaitella, menambahkan kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang efektif.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, warga binaan dan petugas semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat serta mampu menjaga diri dari risiko penularan penyakit,” ungkapnya.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan KKT, Drg. Brenda Sumanik, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Lapas Saumlaki dalam pelaksanaan Mobile VCT ini. Kegiatan ini penting untuk deteksi dini serta memberikan edukasi kepada warga binaan dan petugas sehingga pencegahan penyakit menular dapat dilakukan secara lebih optimal,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan apresiasi.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara Lapas dan instansi terkait dalam memastikan hak kesehatan warga binaan terpenuhi serta mendukung program pemasyarakatan yang lebih humanis,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar serta diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan Lapas yang sehat dan bebas dari penyakit menular.
