Kerobokan,PenaKita.Info-Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, meninjau langsung kondisi Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan dalam rangka memastikan situasi dan pelayanan program pembinaan tetap terjaga dengan baik dan optimal. Salah satu fokus utama peninjauan adalah kesiapan warga binaan dalam menampilkan hasil pembinaan berupa pertunjukan seni tari dan musik dalam ajang internasional bergengsi, 7th World Congress on Probation and Parole 2026.
Dirjenpas menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kreativitas warga binaan dalam mengikuti program pembinaan tersebut. “Program pembinaan di Lapas Perempuan Kerobokan tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata yang akan ditampilkan di forum internasional. Ini adalah bukti bahwa pembinaan yang tepat mampu mengubah dan memberdayakan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Drs. Mashudi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PIPAS, Ny. Deasy Mashudi, turut hadir dan berinteraksi langsung dengan warga binaan, termasuk anak bawaan yang tinggal bersama ibunya di dalam lapas. Kehadirannya membawa suasana hangat dan penuh empati, memberikan dukungan moral serta semangat bagi para warga binaan. “Warga binaan, khususnya para ibu di Lapas Perempuan Kerobokan, tetap merasakan perhatian dan kasih sayang. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang juga berhak mendapatkan dukungan untuk bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ungkap Ny. Deasy Mashudi.
Salah satu warga binaan yang juga berstatus sebagai seorang ibu menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kami sangat bersyukur atas kunjungan ini. Perhatian yang diberikan membuat kami merasa tidak sendiri. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengikuti pembinaan dengan baik demi masa depan yang lebih baik bagi kami,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, menegaskan komitmen jajarannya dalam memberikan pelayanan dan pembinaan terbaik.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang berkualitas, tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat. Penampilan di ajang internasional nanti menjadi salah satu bukti nyata dari proses pembinaan tersebut,” tegasnya.
Kunjungan ini semakin memperkuat semangat pembinaan di Lapas Perempuan Kerobokan, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemasyarakatan tidak hanya tentang menjalani hukuman, tetapi juga tentang proses perubahan, harapan, dan kesempatan kedua.
