masukkan script iklan disini
Cianjur, Penakita.info –
Dalam setiap detik langkah kehidupan, manusia tidak ada yang tahu, Manusia diuji oleh takdir. Namun, di tengah duka dan kesulitan, hadirnya tangan-tangan berbudi yang terulur menjadi bukti nyata bahwa manusia tidak pernah sendirian
Hal inilah yang kini ditunjukkan dengan luar biasa oleh Lingkung Baraya Sunda, sebuah komunitas yang membuktikan bahwa persaudaraan bukan sekadar kata, melainkan tindakan nyata yang menguatkan sekaligus menyelamatkan.
Kisah haru ini menyertai langkah Teh Sofi, istri dari Almarhum Kang Yayat, yang dalam waktu dekat (paling lama satu minggu) akan menetap kembali di kampung halamannya di Cianjur.
Kepulangan ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan awal mula lembaran hidup baru yang harus dibangun kembali.
Melihat kondisi tersebut, solidaritas LIBAS pun mengalir deras. Tidak hanya sekadar melayat atau berduka, Lingkung Baraya Sunda hadir penuh dengan kesigapan.
Berbagai urusan krusial difasilitasi dengan penuh tanggung jawab, termasuk pengurusan administrasi pindah sekolah bagi anak-anak, yang telah tuntas dikerjakan oleh Ustadz Asep Muhammad Nurdin beserta istri dengan penuh keikhlasan. Semua dilakukan agar keluarga yang ditinggalkan dapat
dengan tenang dan damai.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup di tanah kelahiran nanti, selain bantuan dana juga sisa barang-barang di kediaman Teh Sofi pun akan dialihfungsikan dan diuangkan sebagai modal awal.
Inilah momen di mana kepedulian bertemu dengan kebutuhan. Bagi siapa saja yang berniat membantu atau membutuhkan peralatan dapat menghubungi panitia atau langsung kepada Teh Sofi.
LIBAS memprakarsai sejumlah barang untuk dibeli/dilelang, sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan ekonomi bagi keluarga yang bersangkutan , sebagian besar barang sudah laku diambil meskipun mereka tidak membutuhkan
Pelajaran Berharga: Senasib Sepenanggungan
Masyarakat sekitar memberikan apresiasi mendalam kepada Lingkung Baraya Sunda (LIBAS), ini adalah cerminan akhlak mulia dan pengamalan nilai-nilai sosial yang sangat luhur.
LIBAS mengajarkan kita bahwa menjaga keseimbangan dan harmonisasi sesama manusia (hablum minannas) adalah bagian tak terpisahkan dari menjaga hubungan dengan Sang Pencipta (hablum minallah).
Mulai dari memfasilitasi kepulangan, mengurus administrasi sekolah, hingga membantu perputaran ekonomi barang, semuanya dilakukan dengan semangat "nolong sasama" atau menolong sesama anggota yang tertimpa musibah.
Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa dalam sebuah organisasi atau komunitas, kekuatan terbesarnya bukan terletak pada struktur semata, melainkan pada rasa senasib sepenanggungan yang membuat kita siap menjadi sandaran saat saudara kita terjatuh. Semoga kebaikan semua pihak menjadi amal jariyah yang tidak terputus pahalanya.
Doapun mengalir agar Teh Sofi diberikan ketabahan dan kekuatan luar biasa bagi Teh Sofi. Permudah urusannya, lancarkan kepulangannya, dan jadikan tangguh, sabar serta kuat mendidik anak-anak. Semoga segala kebaikan yang diterima menjadi berkah dan jalan kemudahan, selamat jalan Teh Rosi jangan lupa saling mendoakan.
(YamaLbs)

