Manokwari, penakita.info – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Papua Barat, Yance Samonsabra, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari atas kebijakan pemberlakuan pendidikan gratis bagi siswa-siswi dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang akan mulai diterapkan pada tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Manokwari Hermus Indou dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Kab. Manokwari, Provinsi Papua Barat. Senin (30/03/2026)
Menurut Yance, kebijakan ini merupakan langkah nyata dan strategis dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di sektor pendidikan, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat.
Selain program pendidikan gratis, Pemerintah Kabupaten Manokwari juga akan menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada seluruh satuan pendidikan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan siswa dan operasional sekolah, dengan tujuan menghapus beban biaya pendidikan yang selama ini dirasakan masyarakat.
Menariknya, alokasi BOSDA juga akan menyasar tenaga guru honorer. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para guru honorer sekaligus memberi rasa aman dalam menjalankan tugas pengabdian mereka di dunia pendidikan.
Tentu kita mengapresiasi langkah tersebut Selain Pendidikan gratis dukungan BOSDA juga terhadap guru honorer, tidak boleh lagi ada pungutan liar di sekolah. Kebijakan ini harus dijalankan secara bersih dan tepat sasaran. Tegas Yance
Ia juga menilai bahwa keberhasilan menghadirkan program ini tidak terlepas dari pengelolaan keuangan daerah yang baik, transparan, dan akuntabel.
Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Manokwari yang mampu mengelola keuangan daerah secara efektif, sehingga program prioritas seperti pendidikan gratis dapat direalisasikan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. lanjutnya.
Lebih jauh, Yance menekankan pentingnya pengawasan bersama agar implementasi kebijakan ini berjalan sesuai tujuan dan benar-benar bebas dari penyimpangan, khususnya praktik pungutan liar di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama pemerintah daerah.
Visi kami adalah mewujudkan Manokwari sebagai daerah yang berperadaban maju, berdaya saing, mandiri, dan sejahtera dalam bingkai Otonomi Khusus Papua dan NKRI. Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan kompetitif menjadi fokus utama pembangunan daerah. ujar Hermus.
Ia juga mengapresiasi peran Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan.
Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BKAG yang telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial serta mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Manokwari. tambahnya.
Dengan diberlakukannya program pendidikan gratis dan penyaluran BOSDA, Pemerintah Kabupaten Manokwari menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan bebas biaya. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi unggul di Papua Barat.
