• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Khidmat dan Penuh Haru, Warga Binaan Lapas Bandanaira Laksanakan Salat Idulfitri

    Sabtu, 21 Maret 2026, Maret 21, 2026 WIB Last Updated 2026-03-21T11:42:43Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Bandanaira,PenaKita.Info-
    Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira berlangsung penuh khidmat dan haru, Sabtu (21/3). Suasana semakin hangat karena pihak Lapas turut menghadirkan sejumlah perwakilan keluarga Warga Binaan untuk ikut beribadah bersama.

    ‎Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa kehadiran keluarga menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan moral bagi Warga Binaan. 

    ‎"Salat Idulfitri ini kami laksanakan bersama Warga Binaan dengan menghadirkan keluarga mereka, termasuk yang menerima remisi khusus Lebaran," ujarnya.

    ‎Samad berharap momentum Idulfitri menjadi titik balik bagi Warga Binaan untuk kembali ke fitrah (kesucian diri) dan menyadari kesalahan yang pernah dilakukan.

    ‎"Semoga seluruh Warga Binaan dapat kembali dalam kondisi bersih, menyadari kesalahannya, dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depan," ucapnya.

    ‎Salat Idulfitri dimulai pukul 07.35 WIT dengan menghadirkan Syairun Ishak sebagai iman dan Ali Yusuf, sebagai khatib. Dalam khutbahnya, Ali Yusuf menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar kembali suci, tetapi juga mencerminkan peningkatan akhlak dalam kehidupan sehari-hari serta

    ‎meningkatkan kesadaran dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

    ‎"Mari rayakan Idulfitri ini, dengan penuh ketaqwaan, menyambut hari esok yg lebih baik, dengan nilai-nilai kemuliaan, kita sadari bahwa segala kebaikan yang telah kita laksanakan pada bulan Ramadan harus kita lestarikan dalam kehidupan sebelas bulan yang akan datang," ajaknya. 

    ‎Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan saling memaafkan sebagai wujud kemenangan sejati di hari raya. 

    ‎"Khidmat Idulfitri akan semakin bermakna bila hati dipenuhi keikhlasan. Mari kita kokohkan silaturahmi, menjaga keberagaman, kedamaian, dan cinta kasih," pesannya.

    ‎Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Adi, mengaku bersyukur dapat mengikuti salat Idulfitri meskipun berada di dalam Lapas. 

    ‎"Alhamdulillah, walaupun kami berada di dalam, kami tetap bisa merasakan suasana Idulfitri yang khidmat dan penuh kebersamaan. Ini menjadi momen yang sangat berarti bagi kami untuk memperbaiki diri," ungkapnya. 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini