Piru,PenaKita.Info-Suasana Masjid Nurul Hijrah Lapas Kelas IIB Piru tampak lebih semarak pada Selasa (10/02). Sejak pagi, puluhan Warga Binaan bergotong royong membersihkan masjid sebagai bentuk persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Aktivitas ini menjadi wujud kebersamaan sekaligus kepedulian dalam menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan khusyuk.
Dengan penuh semangat, para Warga Binaan membagi tugas. Sebagian menyapu dan mengepel lantai, sementara yang lain membersihkan karpet, mencabut rumput di halaman, serta merapikan area tempat wudu. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, baik di bagian dalam dan luar masjid, tempat wudhu hingga kamar mandi sehingga suasana ibadah diharapkan semakin kondusif saat Ramadan tiba.
Kalapas Piru, Hery Kusbandono, mengapresiasi keterlibatan aktif para Warga Binaan dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian. Ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian agar Warga Binaan siap kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik,” ujar Hery.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wikrama Jaya, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan menjadi salah satu fokus pembinaan di Lapas Piru. “Menyambut Ramadan, kami ingin menghadirkan suasana yang mendukung peningkatan keimanan dan ketakwaan. Gotong royong ini adalah bagian dari proses pembinaan yang menekankan nilai spiritual dan sosial secara bersamaan,” katanya.
Salah satu Warga Binaan berinisial KT mengaku bersyukur dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Kami merasa lebih dekat dengan suasana Ramadan. Dengan membersihkan masjid, kami juga membersihkan hati dan mempersiapkan diri untuk beribadah dengan lebih khusyuk,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Piru terus berupaya menghadirkan pembinaan yang bermakna, tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual dan karakter. Gotong royong membersihkan Masjid Nurul Hijrah menjadi simbol kebersamaan dalam menyambut bulan penuh berkah, sekaligus bukti nyata bahwa proses pembinaan dapat berjalan seiring dengan penanaman nilai religius dan sosial di lingkungan pemasyarakatan.
