Lampung Selatan, Penakita.info -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Provinsi Lampung menegaskan komitmen menjaga lingkungan agar tetap bersih dengan penguatan Gerakan Lingkungan Hidup Bebas Sampah atau Zero Waste.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di Kalianda, Rabu, menjelaskan pihaknya telah menggelar karya bakti pembersihan fasilitas umum dan sungai di kawasan Dermaga Bom Kalianda, sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia terkait dengan pelaksanaan korve pembersihan lingkungan.
"Pagi ini kita tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi menegaskan komitmen menjaga lingkungan, menjaga kesehatan, dan menjaga masa depan Lampung Selatan. Kepedulian tidak menunggu perintah dan aksi nyata lebih kuat daripada sekadar wacana,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, dan masa depan daerah.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0421/Lampung Selatan dan Polres Lampung Selatan yang konsisten hadir di masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan forkopimda ini, katanya, kekuatan strategis membangun disiplin kolektif terhadap kebersihan serta memperkuat budaya gotong royong di masyarakat.
"Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Polres Lampung Selatan, Satpol PP, Damkar, perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat," kata dia.
Ia menjelaskan kawasan sungai dan dermaga memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan masyarakat pesisir. Lingkungan yang bersih, kata dia, akan berdampak langsung pada kesehatan, aktivitas ekonomi, dan citra daerah.
"Kalau lingkungannya bersih, ekonomi bergerak, kesehatan terjaga, dan martabat daerah meningkat. Zero waste bukan sekadar slogan, tetapi cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak," ucap dia.
Oleh karena itu, ia berharap, kegiatan tersebut dapat melahirkan budaya baru di masyarakat, yakni budaya tidak membuang sampah sembarangan, budaya peduli lingkungan, serta semangat gotong royong yang berkelanjutan.
"Kegiatan karya bakti ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bersama untuk mewujudkan Lampung Selatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui gerakan Zero Waste yang konsisten serta terintegrasi di berbagai sektor," ujar dia. (Maulana)
