Bandanaira,PenaKita.Info-Warga Binaan Nasrani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira melaksanakan ibadah Tutup Usbu di Gereja Ebenhaezer Lapas Bandanaira, Sabtu (21/2). Kegiatan rutin ini menjadi bagian penting dari program pembinaan keagamaan yang bertujuan memperkuat kehidupan rohani sekaligus membentuk karakter yang lebih baik di lingkungan Lapas.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, mengungkapkan bahwa Ibadah ini digelar untuk meningkatkan kedisiplinan, membentuk karakter yang lebih baik, dan mempererat kebersamaan antarsesama Warga Binaan. Pembinaan spiritual terus menjadi unsur penting dalam mendukung perubahan sikap dan cara berpikir Warga Binaan selama mengikuti masa pembinaan.
"Ibadah Tutup Usbu menjadi sarana penting untuk memperkuat nilai spiritual dan membentuk karakter Warga Binaan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus memberikan dampak positif selama proses pembinaan," ujarnya.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menambahkan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam membentuk kepribadian Warga Binaan.
"Pembinaan kerohanian seperti ini menjadi sarana membentuk karakter Warga Binaan agar memiliki kesadaran moral dan siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat," katanya.
samad menegaskan pembinaan keagamaan tidak hanya berdampak pada perubahan perilaku di Lapas, tetapi juga menjadi bekal penting dalam proses reintegrasi sosial.
"Kami berharap Warga Binaan menumbuhkan sikap disiplin, rendah hati, dan bertanggung jawab sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya," harapnya.
Salah satu Warga Binaan, Dedi, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti ibadah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan ketenangan batin dan motivasi untuk terus memperbaiki diri.
"Saya belajar untuk lebih rendah hati dan menjaga nama baik keluarga saya. Ibadah ini membuat saya lebih kuat dan yakin untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Bandanaira dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, sehingga Warga Binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memperoleh bekal moral dan rohani untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih matang dan bertanggung jawab.
