Ambon,PenaKita.Info-Suasana berbeda menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon pada hari pertama bulan suci Ramadan 2026. Meski jauh dari keluarga, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetap menyambut bulan penuh berkah ini dengan antusiasme tinggi dan kekhusyukan ibadah, Kamis, (19/2)
Sejak waktu sahur tiba, aktivitas di dalam Lapas sudah mulai terlihat. Para warga binaan bersama-sama menyiapkan santapan sahur dalam suasana kebersamaan yang hangat. Gema tadarus Al-Qur'an pun mulai terdengar dari dalam blok hunian, menciptakan atmosfer religi yang kental di lingkungan Lapas. Bagi warga binaan, menjalani puasa di dalam jeruji besi memberikan makna tersendiri tentang kesabaran dan introspeksi diri.
Salah seorang warga binaan, B, mengaku bahwa hari pertama puasa selalu menjadi momen yang emosional karena teringat kebiasaan di rumah.
"Jujur, hari pertama ini rasanya campur aduk. Ada rindu yang mendalam dengan masakan mama dan suasana buka puasa bersama anak-anak di rumah. Tapi di sini, kami belajar menguatkan satu sama lain. Kami sudah seperti keluarga sendiri, jadi rasa sepi itu tertutupi dengan ibadah bersama teman-teman di sini, " ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Hestha Van Harling, memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan hak ibadah para warga binaan selama bulan Ramadan. Beliau menekankan bahwa momentum ini harus dijadikan sarana untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
la juga memberikan penguatan mental bagi seluruh warga binaan agar tetap semangat menjalankan kewajiban meski berada dalam masa pembinaan. Ramadan merupakan kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.
