• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Ujung Jembatan Susua Longsor Sejak 2 Bulan Lalu, Satulo Tafonao Desak Pemkab Nias Selatan Segera Bertindak

    Minggu, 25 Januari 2026, Januari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T15:47:06Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Nias Selatan, PenaKita.Info –


    Kondisi ujung Jembatan Susua yang berada di Desa Hilisao'oto, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan, kian memprihatinkan, (25/01/2026). 


    Pada bagian kiri dan kanan ujung jembatan tersebut telah mengalami longsor hingga mencapai bibir jalan aspal, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan infrastruktur penghubung antar wilayah.



    Jembatan Susua diketahui merupakan akses vital yang menghubungkan tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Gomo, Idanotae, Boronadu, Idanotae, Susua, Umbunasi, Mazo, dan Ulu Idanotae. 


    Kerusakan pada titik ini terjadi pada akhir November 2025 yang lalu dan dikhawatirkan dapat melumpuhkan mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi di wilayah tersebut apabila tidak segera ditangani.


    Mantan Anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan Dapil IV, Satulo Tafonao, menyampaikan desakan keras kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) agar segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi longsor tersebut.



    “Longsor di ujung jembatan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya jalan yang akan rusak total, tetapi jembatan yang sudah ada juga bisa mengalami kerusakan lebih parah,” tegas Satulo.


    Ia menilai penanganan dini sangat penting untuk mencegah longsor meluas, mengingat posisi kerusakan sudah berada tepat di pinggir jalan aspal. Menurutnya, jembatan Susua memiliki peran strategis sebagai urat nadi penghubung antar kecamatan di wilayah Nias Selatan bagian Utara.


    Satulo Tafonao berharap Dinas PUTR Kabupaten Nias Selatan segera mengambil langkah-langkah teknis yang diperlukan, seperti penguatan tebing, pembangunan bronjong, atau solusi konstruksi lain yang bersifat jangka panjang.


    “Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga di tujuh kecamatan,” tambahnya.


    Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat berharap adanya respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan agar kerusakan tidak semakin parah dan akses penghubung antarwilayah tetap dapat digunakan dengan aman. (T)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini