Kolbano -Penakita.Info .Yawan Andonikus Telnonin, atau yang akrab disapa Yawan, tengah disorot di media sosial setelah foto jualan kue-nya beredar. Meskipun berusia 17 tahun, siswa kelas XII SMAN Negeri Banat, kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) itu tak pernah malu menjajakan hasil buatan ibu di sekolah.
Bahkan, Yawan sudah mulai berjualan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Bedanya, kini ia tidak lagi malu di depan teman sekelas, sehingga bisa meraup untung bersih yang jauh lebih banyak. Niatnya berjualan adalah untuk membantu ekonomi keluarga dan membayar uang SPP sendiri.
"Saya berani menjual kue di sekolah karena ingin membantu Mama dan kaka saya, sehingga uang sekolah saya jangan jadi beban," ujarnya kepada awak media Sabtu (06/12/2025). Yawan tinggal hanya dengan ibunya, sedangkan kakaknya bekerja merantau di Kalimantan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, ia tak ingin berpangku sepenuhnya kepada ibunya. Ayahnya, kata Yawan, tidak pernah bertanggung jawab sejak dia masih kecil. Bahkan, kakaknya pun harus putus sekolah di bangku SMP dan memilih merantau karena ibunya yang sudah tua dan rambutnya mulai memutih.
"Ibu saya hanya seorang petani. Di sela-sela pekerjaannya, ibu juga membuat kue untuk saya bawa ke sekolah setiap pagi," ceritanya. Dengan modal Rp100 ribu, Yawan biasanya membuat 100 potong kue dan memperoleh keuntungan setengahnya jika semua terjual.
"Kadang kue tidak habis terjual, tapi tidak apa-apa. Yang penting, saya bisa membantu kebutuhan sehari-hari dan tidak perlu menundukkan kepala kepada orang tua lagi," katanya. Jika ada keuntungan lebih, Yawan menyimpannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dengan harapan bisa mengangkat derajat keluarga yang hanya bergantung pada pertanian. Kata-katanya itu diucapkan dengan mata yang berkaca-kaca.
